Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2010

Belajar dari Kadal Jepang

Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang. Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku. Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun. Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal. Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu! Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga

AP-AY ‘Layu Sebelum Berkembang’

PALU, MERCUSUAR-Wacana yang berkembang di Partai Demokrat (PD) Sulteng, akan ada lima pasang kandidat gubernur dan wakil gubernur, yang berpeluang diajukan pada Majelis Tinggi partai, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kelima pasang calon tersebut menurut Wakil Ketua DPD PD Sulteng, Mustar Labolo adalah Aminuddin Ponulele-Achmad Yahya (AP-AY), AY-Zainuddin Tambuala, AY-Akbar Zulfakar Sipanawa, AY-HB Paliudju dan AY-Eka Paliudju. Dari kelima pasang calon tersebut, kecil peluangnya DPP PD dan Majelis Tinggi merestui AP-AY. “Semua berpeluang sama dan diserahkan sepenuhnya pada Majelis Tinggi. Namun dari perbincangan di DPP PD, diharapkan PD Sulteng bisa mengusung kadernya menjadi calon gubernur,” ungkap Mustar, ditemui di Musala Deprov usai salat dzuhur, kemarin (21/10). Dengan perkembangan seperti itu, peluang terbesar ada pada pasangan Achmad Yahya-Zainuddin Tambuala (AY-ZT) atau AY dengan Eka Paliudju (AY-EP). “Kami juga telah berkomunikasi dengan Pak Gubernur (HB Paliudju. Red), beliau b

Mendagri Minta Gubernur Berhentikan Azis

PALU, MERCUSUAR-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) meminta Gubernur HB Paliudju segera menindaklanjuti surat Bupati Tolitoli, memberhentikan sementara Azis Bestari sebagai anggota DPRD Kabupaten (Dekab) Tolitoli. Permintaan Mendagri tersebut tertuang dalam surat Nomor: 171.72/2795/Otda tertanggal 6 Oktober 2010 dan ditandatangani Plt Dirjen Otonomi Daerah, Diah Anggraeni. Surat Mendagri tersebut merupakan jawaban atas surat Wakil Ketua Dekab Tolitoli Nomor: 176/383/DPRD/TL/2010 yang meminta penjelasan status Azis Bestari sebagai Ketua Dekab Tolitoli dan usulan pemberhentian Azis Bestari selaku anggota Dekab yang disampaikan Bupati Tolitoli, melalui surat Nomor: 8871/1270/Bag. Adum tertanggal 9 Juni 2010. Dalam penjelasannya, Mendagri menyatakan berdasarkan Pasal 390 ayat (1) huruf a UU No. 27 Tahun 2009 Jo Pasal 110 ayat (1) huruf a PP No. 16 Tahun 2010, mengamanatkan anggota DPRD dapat diberhentikan sementara karena menjadi terdakwa dalam perkara tindak pidana umum, yang diancam dengan

Gedung Baru tak Layak, Pembentukan Pansus Menguat

PALU, MERCUSUAR-Anggota Deprov Sulteng mendesak dibentuk panitia khusus (Pansus), untuk menelusuri gedung baru yang dinyatakan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum (PU), tidak layak pada sebagian strukturnya. Desakan itu diantaranya datang dari Sekretaris Komisi I, Irwanto Lubis dan Ketua Fraksi PKS, Zainuddin Tambuala. “Ada apa dengan Deprov ini, sampai-sampai permasalahan yang didepan hidung sendiri tidak diseriusi. Deprov diam-diam saja. Padahal kalau proyek atau program SKPD diluar sana, banyak yang kritis dan cepat ditanggapi,” heran Irwanto, Selasa (19/10). Irwanto menyatakan, semua pihak yang terkait dengan bangunan tersebut harus bertanggungjawab, atas temuan Litbang PU. “Jika Litbang PU menyatakan tidak layak, saya tidak mau pindah ke gedung baru. Harus ada penelusuran, siapa yang paling bertanggungjawab atas ketidaklayakan itu. Jika terindikasi ada pelanggaran hukum, harus diselesaikan secara hukum,” katanya. Irwanto menenggarai ada permainan dan tarik ulur proyek pembangunan g

Hentikan Pengerukan Gunung di Donggala

PALU, MERCUSUAR - Anggota DPRD Provinsi (Deprov) Sulteng mendesak pemerintah menghentikan sementara penambangan Galian C di perbatasan Kabupaten Donggala dan Kota Palu, karena mengancam keselamatan masyarakat sekitarnya. "Saya khawatir sekali dengan kondisi gunung di lokasi pertambangan Watusampu dan Loli, perbatasan Palu-Donggala. Lingkungan di sana sudah rusak," kata anggota Deprov dari Dapil Donggala Asgar Ali Djuhaepa, Senin. Dia mengatakan, pemerintah perlu mengevaluasi kembali eksploitasi galian C berupa pasir dan batu kerikil (Sirtukil), sebelum kerusakan lingkungan bertambah parah dan menelan korban jiwa. "Kalau itu runtuh jalur transportasi darat dari Palu ke Donggala dan Provinsi Sulbar bisa putus. Perlu moratorium perizinan Galian C, utamanya yang materialnya dari gunung," tekannya. Asgar mengajak Pemkab Donggala dan Pemkot Palu juga memperhitungkan risiko bencana yang mungkin terjadi, bukan hanya keuntungan dari sisi pendapatan daerah. Menurutnya, unt

Sulteng Terancam tak Dapat APBN

PALU, MERCUSUAR - Sulteng terancam tidak mendapatkan kucuran dana APBN, kecuali gaji pegawai. Ancaman itu bakal terjadi jika penetapan APBD 2011, tidak tepat waktu. Adanya ancaman pemerintah pusat yang disampaikan Bappenas tersebut, menjadi perbincangan serius legislator di gedung DPRD Provinsi (Deprov) Sulteng. Anggota Komisi II Zaenal Daud misalnya. Ia resah dengan molornya pembahasan APBD 2011, yang dilaksanakan Badan Anggaran (Banggar) Deprov bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). “Sampai saat ini kami belum menerima RAPBD 2011 dan Perubahan APBD 2010. Seharusnya RAPBD masuk ke Deprov awal September. Dengan waktu pembahasan tinggal dua bulan, kecil kemungkinannya pembahasan selesai berdasarkan mekanisme yang ditetapkan Permendagri No. 37 tahun 2010, tentang Pedoman Penyusunan APBD. Kalau itu terjadi, belanja langsung kita akan dipangkas pemerintah pusat. Dana yang dikucurkan hanya belanja pegawai atau gaji,” ujar Zaenal, yang dibenarkan anggota Deprov lainnya Moh Ilham Chan

Elektabilitas Longki Kalahkan Aminuddin

PALU, MERCUSUAR-Hasil survei pertama Partai Golkar menunjukkan elektabilitas Longki Djanggola mengalahkan Aminuddin Ponulele. Pengakuan itu diungkapkan sekretaris DPD Partai Golkar, Zaenal Abidin Ishak. Dikatakan Zaenal, tingkat popularitas Aminuddin jauh melampaui Longki dan kandidat lain. Sementara elektabilitas, Aminuddin terpaut sedikit dengan Longki yang bakal diusung Partai Gerindra. “Survei itu dilakukan sebelum Rapimda dua bulan lalu dan pada posisi Pak Aminuddin belum melakukan gerakan apapun. Sementara Longki sudah jauh hari sosialisasi maju sebagai calon gubernur,” ujar Zaenal, tanpa merinci selisih persentase dan jumlah responden yang disurvei. Dengan perolehan data survei seperti itu lanjut Zaenal, Partai Golkar tinggal menempuh perlakukan-perlakukan dan strategi tertentu untuk menaikkan elektabilitas Aminuddin selaku bakal calon gubernur. “Bagaimana strateginya itu masih dibicarakan dan rahasia partai. Salah satunya mengefektifkan mesin partai sampai di desa/kelurahan,”

Dituding Lamban, Anggota Deprov Berang

PALU, MERCUSUAR-Anggota DPRD Provinsi (Deprov) Sulteng berang dituding komisioner KPU Sulteng, Patricia Lamarauna, sebagai penyebab keterlambatan pencairan anggaran Pilgub 2011. Anggota Badan Anggaran (Banggar) Komisi II dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Asgar Ali Djuhaepa, balik menuding KPU dan Pemprov yang lambat mengajukan anggaran. Malah inisiatif memasukan anggaran Pilgub datangnya dari Deprov. Terbukti dalam kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) 2011, tidak diusulkan anggaran Pilgub. “Saat itu Deprov yang meminta agar anggaran tersebut dicantumkan, karena kami sadar dan tahu persis Pilgub akan dilaksanakan 2011. Sebaiknya KPU tidak cari kambing hitam dan silahkan kerja sesuai Tupoksinya,” ujarnya, Rabu (20/10). Saat ini lanjut Asgar, proses pembahasan sementara berjalan dan Deprov telah menyetujui anggaran Pilgub pada Perubahan APBD 2010 maupun APBD 2011. “Tidak lambat, kalau mengacu pada akhir masa jabatan Gubernur pada bulan Maret.

Pemilukada Banggai, SAY Menguat di PDIP

PALU, MERCUSUAR-Menghadapi Pemilukada Banggai 2011, di internal PDIP menguat pasangan Sri Indraningsih Lalusu-Herwin Yatim (SAY). Wacana yang berkembang di Banggai, mayoritas kader dan simpatisan PDIP, menginginkan partai mengusung kader dalam Pemilukada Banggai. Sri Lalulu yang dikonfirmasi atas informasi tersebut, menyatakan menyerahkan sepenuhnya pada kebijakan partai. Sebagai seorang kader, ia siap menjalankan amanah partai. “Saya akui mendaftar sebagai bakal calon bupati di PDIP. Jika partai menetapkan saya sebagai calon bupati dan menempatkan saudara Herwin Yatim sebagai calon wakil bupati, saya siap,” akunya, saat ditemui di Komisi I DPRD Provinsi (Deprov) Sulteng, Rabu (20/10). Ia secara pribadi juga menerima laporan dari timnya yang bergerak di masyarakat, jika mayoritas kader dan simpatisan PDIP menginginkan dirinya dan Herwin Yatim maju berpasangan. “Sebagai seorang kader dan ketua DPC, tentu saudara Herwin memiliki peluang besar untuk itu. Namun semua akan diputuskan lewat

AP-AY Lakukan Pertemuan ‘Borobudur’

PALU, MERCUSUAR-Ketua DPDPartai Golkar (PG) Sulteng Aminuddin Ponulele (AP) dan Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Sulteng Achmad Yahya (AY), melakukan pertemuan di Hotel Borobudur Jakarta. Pertemuan itu untuk membicarakan kemungkinan paket AP-AY dalam Pilgub Sulteng 2011. “Pertemuan itu makin mengerucutkan niat wacana yang selama ini muncul di tengah masyarakat, AP akan berpasangan dengan AY. Pertemuan ini merupakan yang pertama antara AP dan AY, untuk membicarakan persiapan Pilgub 2011. Insya Allah koalisi besar Golkar-Demokrat terbentuk,” ungkap wakil ketua DPD Partai Demokrat Sulteng, Nawawi Sang Kilat, yang turut hadir dalam pertemuan Borobudur, Selasa (19/10). Pertemuan tersebut lanjut Nawawi, merupakan pertemuan politik dalam merespon keinginan masyarakat menduetkan AP-AY dalam pertarungan memperebutkan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur. Selain melakukan pertemuan, tokoh kedua partai juga intens melakukan pertemuan dan lobi politik ke DPP Partai Golkar dan Demokrat. “Lobi ke DPP ter