Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

Terjebak pada Estetika

Gambar
  PADA suatu hari, Abu Nawas dipanggil Raja ke istana. Abu Nawas pun datang ke istana dengan penampilan apa adanya. Sampai di istana, semua pejabat dan punggawa kerajaan telah berkumpul dengan pakaian kebesaran masing-masing. Melihat Abu Nawas dengan pakaian sederhana, Raja memerintahkan Abu Nawas pulang dan berganti pakaian. Abu Nawas bergegas pulang dan mengenakan pakaian terbaik yang dimilikinya. Ia kembali pergi ke istana. Sampai di istana, Raja menyambut Abu Nawas dan mempersilakan duduk. Abu Nawas tidak duduk, ia justeru melepas pakaiannya dan menaruh di kursi. Ia mengenakan kembali pakaian yang sederhana. Sang Raja dan hadirin terkejut dengan kelakukan Abu Nawas. Melihat semua orang terkejut, Abu Nawas langsung berucap, “Silakan Raja jamu pakaian ini, karena Raja lebih mengagunbggkan tampilan luar dari pada pikiran dan hatiku,” kata Abu Nawas seraya meninggalkan pertemuan. Cerita singkat Abu Nawas ini, kini banyak dipraktikkan orang. Banyak orang terjebak pada tampilan l

Peras Keringat

Gambar
  BERIKAN hak orang yang bekerja, sebelum keringatnya kering. Nasihat agung Rasulullah SAW ini, adalah bersegera menunaikan hak pekerja setelah selesainya pekerjaan. Dapat juga dimaknai, menunaikan hak sesuai peraturan dan atau kesepakatan. Tidak boleh ada keterlambatan, tanpa ada alasan yang patut dibenarkan. Lazimnya, ada beberapa model penggajian jika ditilik dari waktu pembayarannya. Ada yang dibayar di awal bulan, dan di akhir atau tengah bulan. Pegawai pemerintah biasanya dibayar di awal bulan. Mereka menerima gaji sebelum bekerja bulan berjalan. Mengapa? Supaya mereka dapat bekerja melayani masyarakat tanpa terbebani masalah ekonomi. Meski demikian, dasar pemikiran seperti ini sekarang tidak berlaku untuk sebagian pegawai pemerintah. Bagi pegawai yang mapan secara ekonomi, awal dan akhir bulan tidak masalah. Demikian halnya dengan orang-orang yang (tulus) mengabdikan dirinya melayani masyarakat. Tapi rasa-rasanya sulit menbayangkan orang sudah bekerja, tidak berharap upah.