Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Makin Tua Harus Bijaksana

Gambar
“Makin tua harus makin bijaksana. Tidak bijak, kalau kita menggelar ulang tahun secara besar, padahal kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang karut marut. Mercusuar tidak boleh meninggalkan masyarakat. Kita rasakan yang mereka rasakan”. Tri Putra Toana Pimpinan Umum Mercusuar Oleh: Temu Sutrisno Temu Sutrisno/Wartawan Utama Tri Media Group MAKIN tua harus makin bijaksana. Pesan itu disampaikan Pimpinan Umum Mercusuar, Tri Putra Toana, menyambut ulang tahun ke-56 Mercusuar. Tri Putra menginginkan Mercusuar tampil sebagai media yang lebih arif dalam menyikapi dan merilis berbagai persoalan sosial. “Kita harus tunjukkan pada pembaca, pelanggan, pengiklan, kalau Mercusuar berbeda dengan media lain. Dengan usia yang makin matang, Mercusuar harus makin kritis namun bijak dan tentu saja harus mampu mengedukasi masyarakat,” kata Tri Putra. Jauh hari sebelum ulang tahun yang jatuh pada 1 September, Tri Putra berpesan pada penulis agar gelaran ulang tahun dilaksana

Puisi-Selamat Jalan Ibu

Gambar
Oleh: Temu Sutrisno Selamat jalan ibuku   Sungguh kami sangat mencintaimu tapi cinta Allah SWT lebih besar padamu... kami ikhlas engaku duluan menunggu kami di surga-Nya Maafkan kami yang kurang berbakti padamu maafkan kami yang belum bisa membahagiakanmu Berjalanlah dengan tenang penuh kesenangan menuju kekasih tertinggi Ilahi R obbi Yakinlah, kami anak cucumu  akan meneruskan segala kebaikanmu di dunia... Ya Allah ampunkan segala khilaf dan dosa ibuku terima amal ibadahnya kasihi dan sayangi dia  tempatkan ia di tempat terbaik di sisi-Mu... Palu, 25 Juni 2016 Innalilahi wainnailahi rajiun. Telah berpulang ke Rahmatullah ibunda kami Alfini Mir'an (63 Tahun/15 Juni 1953-25 Juni 2016). Kepada segenap handai taulan, bapak/ibu/sdr/temans yang sempat mengenal dan berinteraksi dengan ibu, mohon maaf atas segala kesalahan baik yang terlihat maupun yang tersembunyi.. Terimakasih atas doa dan support bapak/ibu/sdr/temans selama ibu dalam perawatan. Kiranya Allah SWT

Tonakodi-Reagan, George Weah, dan Hanifan

Oleh: Temu Sutrisno MENJAGA kedamaian Liberia sekaligus mengentaskan kemiskinan. Itulah dua program prioritas George Weah saat terpilih sebagai Presiden Liberia Desember 2017.  Mantan pemain sepak bola terbaik dunia 1995 memenangi 12 dari 15 daerah pemilihan di negara Afrika Barat tersebut. Lawannya dalam pemilihan, Joseph Boakai, adalah wakil presiden dalam 12 tahun terakhir, hanya mendapatkan dua suara. George Weah  menggantikan Ellen Johnson Sirleaf sebagai presiden Liberia, dalam transisi demokratis pertama negara tersebut sejak 1944. Weah, sebagai mantan pesepak bola, saat naik tampuk pemerintahan tidak serta merta menjadikan bola sebagai kiblat. Weah sadar, masyarakat Liberia tidak membutuhkan sepak bola. Masyarakat lebih membutuhkan kedamaian. Situasi yang kacau setelah terjadinya kudeta yang dilakukan oleh pihak militer sejak 1980 sampai 2003, menyisakan luka yang cukup mendalam di benak masyarakat Liberia. Intrik politik yang tak kunjung usai, juga menyisakan ekonomi mas

Puisi-Surgamu bukan Surga-Nya

Oleh: Temu Sutrisno Kalian kafir Kami beriman Kami benar Kalian ingkar Hai, pergilah kalian Tinggalkan bumi Tuhan Enyahlah ke neraka Biarkan kami mewarisi dunia Hanya kami penghuni abadi surga-Nya Begitulah kalian wahai anak manusia Saling klaim surga dan neraka Menggenggam kebenaran Milik diri semata Oh…tidak Tuhan tidak seperti prasangka kalian Tuhan maha kasih maha sayang Ridha-Nya melebihi segala angan Surga pun neraka bukan bahan kaplingan Surga dan neraka hak mutlak Tuhan Bukan Bukan klaim manusia Membuka pintu surga Bukan stempel manusia Menutup pintu neraka Manusia diciptakan untuk memakmurkan bumi-Nya Berbuat baik pada sesama Beribadah untuk sarana mendekati-Nya Bukan menjadi panitia Penerimaan warga surga neraka Surgamu belum tentu surga-Nya Nerakamu tidak pasti siksa-Nya. *** Tana kaili, 21 Agustus 2018

Puisi-Benci dan Cinta

Oleh: Temu Sutrisno Ada banyak kebencian Menyelimuti dunia Iri dengki syak prasangka Jadi senjata Setiap kata Penanda gemuruh perang Jatuh menjatuhkan Saling sikut berebut kuasa Ada banyak kebencian Di seluruh mayapada Alam pekat karena duka Anak manusia terlena Karena sengketa Saling hujat saat tidak seiya sekata Lihat Lihatlah di ceruk hati terdalam Masih ada secercah harapan Masih ada putihnya kedamaian cinta Kabarkan pada semua Beritahukan pada sesama Damaikan Penuhi dunia dengan cinta Hapus permusuhan Satukan perbedaan dengan cinta.*** Sutan Raja Palu, 19 Agustus 2018 Pkl. 08.05 Wita

TonaDampak TdCC harus Terukur

Gambar
Oleh: Temu Sutrisno PELAKSANAAN TdCC 2017. FOTO: Dok Travel Today 14-18 Oktober 2018, Tour de Central Celebes  ( TdCC ) digelar untuk keduakalinya. Pemerintah daerah meyakini ajang balap sepeda bertaraf internasional tersebut dinilai efektif mempromosikan potensi pariwisata dan budaya Suteng.   Alasannya sederhana, TdCC diikuti ratusan pembalap dari beberapa negara. Anggaran yang dikeluarkan untuk TdCC tidak sedikit. Setidaknya   enam belas miliar digelontorkan pemerintah daerah dengan cara sharing atau patungan. Pemprov Sulteng diperkirakan menghabiskan anggaran sekira Rp6 miliar dan tujuh kabupaten/kota rerata Rp1,5 miliar. Anggaran itu belum terhitung bonus yang direncanakan dari sponsor sekira Rp1,5 miliar. TdCC  2018 bakal start dari Kabupaten Banggai dan menempuh rute ke Tojo Una-una, Poso, Parigi Moutong, Sigi, Donggala, selanjutnya finish di Kota Palu. Dengan anggaran sebesar itu untuk sekali iven, apa dampak yang didapat Sulteng? Sekadar perbandingan, Tour de I

Buaya, Pelakor, Pelapor

Gambar
Oleh: Temu Sutrisno Minggu pagi yang cerah. Pantai Tumbelaka tenang tanpa gelombang. Riak air pecah menyapa tepian pantai. Seperti biasa, saban akhir pekan pantai itu dipenuhi orang berenang. Riuh rendah tawa, canda mewarnai sekelompok orang dewasa pagi itu. Mereka memang rutin berenang di pantai itu, sekadar refreshing. Pun ada yang memanfaatkannya sekadar untuk silaturahmi, ketemu teman sejawat ataupun kawan sepembawaan. Suasana adem, santai tiba-tiba berubah. Geger! Hampir semua yang berenang menepi. Sebagian jatuh bangun untuk menjangkau bibir pantai. “Buaya, buaya, buaya. Cepat naik,” teriak beberapa orang. Ditengah suasana panik penikmat pantai, agak ke tengah terlihat seekor buaya berenang perlahan. Semua heran dan merasa aneh, ada buaya di pantai. Tidak berani berbuat lebih, pengunjung pantai membiarkan buaya lewat. Setelah dirasa aman, mereka kembali berenang dengan sesekali menoleh, melihat-lihat kanan kiri. Jangan-jangan masih ada buaya di sekitaran tempat

Tonakodi-Bangun Lagi, Rusak Lagi, Bangun Lagi…

Gambar
Oleh: Temu Sutrisno SALAH satu sudut jalan rusak di Kota Palu. Foto: Dok. Bappeda Palu (http://bappeda.palukota.go.id) MASIH ingat lagu Mbah Surip? Bangun tidur, tidur lagi, bangun tidur, tidur lagi…banguuunnn…tidur lagi. Lagu Mbah Surip sepertinya mirip dengan perbaikan beberapa infrastruktur di Palu. Bangun lagi, rusak lagi, bangun lagi, rusak lagi. Proyek infrastruktur jalan di Setia Budi-S. Parman satu paket dengan Jl. MH Thamrin menghabiskan anggaran miliaran rupiah, belum genap satu tahun mulai rusak di beberapa titik. Apakah kualitas pekerjaan bermasalah? Sepertinya bukan karena kualitas pekerjaan. Kerusakan disebabkan kebocoran pipa PDAM. Air merembes keluar dan mengalir di badan jalan. Air sejatinya menjadi musuh utama jalan. Perlahan namun pasti, aliran air akan merusak aspal. Di beberapa titik seperti perempatan S. Parman-Suprapto, PDAM menggali badan jalan dan trotoar untuk perbaikan pipa. Jalan dan trotoar rusak, air tetap mengalir. Sebelumnya penggalian juga

Uji Kompetensi Wartawan

Gambar
Menguji Kompetensi Wartawan 30-31 Juli 2018 Bersama peserta UKW Muda, Penguji, Ketua PWI Sulteng, dan Karo Humas Pemprov Sulteng Bersama peserta UKW Madya, Penguji, Ketua PWI Sulteng, dan  Karo Humas Pemprov Sulteng Bersama peserta UKW Utama, Penguji, Ketua PWI Sulteng, dan  Karo Humas Pemprov Sulteng Bersama panitia UKW, Penguji, Ketua PWI Sulteng, dan  Karo Humas Pemprov Sulteng Bersama peserta UKW Utama, Penguji, Pengurus dan Ketua PWI Sulteng, dan  Karo Humas Pemprov Sulteng Bersama peserta UKW Utama, Penguji, Pengurus dan Ketua PWI Sulteng, dan  Karo Humas Pemprov Sulteng Bersama peserta UKW, Penguji, Pengurus dan Ketua PWI Sulteng, dan  Karo Humas Pemprov Sulteng Bersama peserta UKW, Penguji, Pengurus dan Ketua PWI Sulteng, dan  Karo Humas Pemprov Sulteng

Menguji Kompetensi Wartawan

Gambar
Isi Dialog dengan anggota DPD RI Nurmawati D Bantilan, di PWI Sulteng sebelum UKW. Isi Dialog dengan anggota DPD RI Nurmawati D Bantilan,  di PWI Sulteng sebelum UKW. Isi Dialog dengan anggota DPD RI Nurmawati D Bantilan,  di PWI Sulteng sebelum UKW. Isi Dialog dengan anggota DPD RI Nurmawati D Bantilan,  di PWI Sulteng sebelum UKW. Bersama wartawan senior Sulteng, H. Ayuba Lasira  Menguji kompetensi Wartawan Muda di Palu bersama Hj. Nurhayana Kamar (PWI Sulsel) Menguji kompetensi Wartawan Muda di Palu  Menguji kompetensi Wartawan Muda di Palu  bersama Hj. Nurhayana Kamar (PWI Sulsel) Menguji kompetensi Wartawan Muda di Palu  bersama Mahmud Matangara (Ketua PWI Sulteng) dan Tokoh pers nasional Ismet Rauf Menguji kompetensi Wartawan Muda di Palu  bersama Mahmud Matangara (Ketua PWI Sulteng), Tokoh pers nasional Ismet Rauf, dan Wakil Ketua PWI Pusat Atal Depari Menguji kompetensi Wartawan Madya di Palu  bersama Wawan Djuwarna (PWI Jabar