Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

Tahun Tersulit Memenuhi Janji Kampanye

Gambar
    “ Jangan sampai di luar sana berhembus kabar, proyek habis dibagi-bagi. Janji hanya tinggal janji.”     MERCUSUAR-Kepala daerah hasil Pilkada 2020, dalam kondisi normal akan dilantik bulan Februari 2021. Tahun ini akan menjadi awal kerja bagi para kepala daerah terpilih. Janji-janji kampanye mereka akan mulai dilihat realisasinya. Biasanya 100 hari pertama pemerintahan menjadi ukuran. Publik akan melihat apakah periode tersebut merupakan fase untuk meletakkan fondasi bagi janji-janji yang diucapkan saat kampanye dilaksanakan atau tidak. Di sisi lain, mereka diperhadapkan pada APBD yang disusun dan direncanakan tahun 2020. APBD tersebut, dipastikan tidak mengakomodir program dan kegiatan yang disandarkan pada visi dan misi kepala daerah terpilih, tetapi pada visi misi kepala daerah 2016-2021. Persoalan lainnya, interaksi partai politik pengusung dan tim pemenangan dengan kepala daerah terpilih. Menjadi rahasia umum, jika partai politik pengusung dan tim pemenangan, ing

Watak Saling Memberi

Gambar
  MERCUSUAR-Awal 2021, Indonesia mendapat cobaan yang begitu berat. 154 bencana menerjang Indonesia. Ribuan orang mengungsi, ratusan jiwa kembali ke haribaan Ilahi.   Di tengah pandemi Covid-19 yang menggerogoti jantung ekonomi dan kesehatan masyarakat, bencana banjir, longsor, dan gempa bumi kian membuat bangsa ini berduka. Pun dengan jatuhnya pesawat komersil dan erupsi beberapa gunung. Namun demikian, bangsa ini tidak boleh jatuh dalam kesedihan berkepanjangan. Harus bangkit dan ada optimisme menjalani kehidupan yang masih panjang. Bangsa ini memang tidak bisa menghindari bencana, karena kita hidup bersamanya. Itulah perlunya solidaritas. Terus bergandengan tangan membantu meringankan beban korban, setiap bencana datang. Bencana menitip pelajaran berharga untuk bangsa ini. Solidaritas yang muncul secara spontan, merupakan watak asli manusia Indonesia. Watak saling memberi, bukan watak mendapatkan. Inilah jati diri bangsa, seperti ungkapan para pendahulu, “Jangan berpikir apa

Solidaritas untuk Sulawesi Barat

Gambar
Reruntuhan Kantor Gubernur Sulbar Foto: Antara MERCUSUAR- Indonesia kembali berduka. Gempa berkekuatan 6,2 pada skala Richter menggoyang Sulawesi Barat, Kamis-Jumat (14-15/1/2021). Getaran gempa yang terasa hingga Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur mengakibatkan korban jiwa, bangunan rusak berat, dan ribuan orang mengungsi. Bencana yang mengguncang Sulawesi Barat Jumat dini hari, merupakan rangkaian gempa yang terjadi Kamis sore dengan kekuatan 5,9 SR. Belum selesai rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sulawesi Tengah 2018, belum kering air mata korban longsor Sumedang, dan banjir Kaslimantan Selatan. Keringat aparat, BNPB, Kementerian Sosial, dan relawan pun masih bercucuran menanggulangi bencana-bencana itu. Basarnas masih mencari korban Sumedang dan jatuhnya Sriwijaya Air. Kini, mereka harus kembali menghadapi bencana Sulawesi Barat. Upaya aparat dan relawan itulah yang mestinya didukung semua anak bangsa. Kesigapan pemerintah, baik pusat maupun daer

Kalah sama Orang Mati

Gambar
 Oleh: Temu Sutrisno MERCUSUAR-Penyerbuan Capitol Hill Amerika Serikat oleh pendukung Presiden DonaldTrump yang kalah dalam Pilpres, menjadi penanda rusaknya tatanan demokrasi dunia. Rusuh pascapenetapan hasil Pemilu di Negara kiblat demokrasi dan HAM ini, menunjukkan sisi kelam kedewasaan Amerika. Negara yang telah mengusung demokrasi lebih seratus tahun, faktanya rapuh di dalamnya. Di Indonesia, friksi antarpendukung kandidat dalam kontestasi pemilihan juga mengemuka lima tahun terakhir. Jika di Amerika digerakkan langsung oleh Donald Trump, di Indonesia juga nyaris sama. Keterbelahan antarpendukung biasanya juga ‘dikompori’ kandidat dan elit politik. Bahkan, sampai hari ini masih ada elit politik dan orang-orang yang berebut kekuasaan, belum akur gegara kontestasi pemilihan, baik Pemilu ataupun Pilkada. Malah ada dua karib yang tak kunjung berbaikan, hanya karena Pilkada. Meminjam pemikiran para sufi, seharusnya orang-orang seperti ini malu. Orang yang sudah meninggal saja,