Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2023

BERLINDUNG DARI SETAN YANG SELALU MERASA BENAR

Gambar
Anak : Pa, kok banyak orang di luar sana suka marah-marah. Semua orang disalah-salahkan? Papa : Biasanya orang yang suka marah, dia merasa benar sendiri, selalu menyalahkan orang. Itu bukan orang yang bijak. Anak : Oohhh…kenapa orang tidak bijak? Papa : Karena orang itu tidak berilmu, atau kurang ilmunya. Anak : Tapi ada juga orang dengan titel puaaannnjaaanng, juga ada yang suka marah-marah. Suka menyalahkan orang lain! Papa : Mungkin dia tidak mengilmui ilmunya. Kalau dia berilmu, dia tidak akan menyalahkan orang lain, dia akan mencari solusi. Jika dia berilmu, dia tidak akan marah-marah. Dia akan memahami situasi dan kondisi orang lain. Anak : Oohh Papa : Orang pemarah biasanya selalu merasa benar sendiri. Sifat seperti itu, sifat setan. Anak : Tapi dia manusia Pa. Papa : Itulah yang disebut setan berwujud manusia. Untuk itu kita dituntun untuk selalu berdoa pada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, berlindung dari bisikan setan yang bersembunyi, yang membisikkan kejahatan ke dalam dada m

MAKNA KETUPAT

Gambar
Oleh: Temu Sutrisno Peminat budaya dan penikmat seni, Wakil Sekretaris Paguyuban Kesenian Eko Wandowo Sulawesi Tengah. Salah satu yang paling menarik dari persiapan acara Halal bi halal, membuat ketupat. Kenapa setiap lebaran, syawalan, atau halal bihalal selalu ada ketupat? Ketupat sejatinya merupakan makanan yang telah ada di Nusantara, khususnya Jawa jauh sebelum berkembangnya agama Islam. Berdasarkan penelitian dari H.J. de Graaf dalam buku Malay Annual, ketupat merupakan simbol perayaan hari raya Islam pada masa kesultanan Demak yang dipimpin Raden Patah awal abad ke-15. Ketupat bagi masyarakat Jawa sebagaimana dakwah Sunan Kalijaga, dimaknai secara filosofis dengan Laku Papat (empat tindakan), yakni Lebaran, Leburan, Luberan , dan Laburan . Pertama, Lebaran berarti akhir puasa Ramadan dan bersiap menyongsong hari kemenangan. Kemenangan apa? Kemenangan terhadap diri sendiri mengendalikan hawa nafsu selama Ramadan. Kedua, Luberan berarti meluber (melimpah). Masyarakat Jawa muslim d