Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

Puisi-MEMBELAKANGI WAJAH TUHAN

Oleh: Temu Sutrisno Tertawa Sumringah Senang Menang Dalam persekongkolan Senyum mengembang Melambaikan tangan Membangun narasi Taat dalam kebenaran Menghianati hati Gelisah tertekan Tertawa Sumringah Senang Menang Kongkalikong Menistakan aturan Tak peduli moral Asal bebas Terus menerabas Menabrak batas Tertawa Sumringah Senang Menang Tak peduli Asal awak tak terbelenggu terali Tertawa Sumringah Senang Menang Hilang malu Tegak berjalan membusungkan dada Mengakak tidak jadi tersangka Lepas dari terpidana Malu pada manusia abai pada Tuhannya Senyum pada manusia Membelakangi wajah Tuhannya Asal tidak dipenjara Lupa pertanggungjawaban di hadapan-Nya lebih berat penuh siksa. *** Tana Kaili, 8 Maret 2018

Puisi-TALI KEKELUARGAAN

Oleh: Temu Sutrisno Duh Gusti Kuatkan hati Bantu mereka Mereka yang terus menyuarakan Membina menguatkan tali kekeluargaan saling bantu dalam kebenaran meneguhkan toleransi menghargai perbedaan Bukankah perbedaan Engkau ciptakan agar manusia saling kenal menghormati menghargai mencintai dalam kasih sayang? Berikan pemahaman pada mereka agar negeri damai tanpa ontran-otran tanpa prasangka tentram tanpa pertikaian. *** Tana Kaili, 3 Mei 2018

Tonakodi-Selamatkan Anak dari Narkoba

Gambar
Oleh: Temu Sutrisno MERCUSUAR-Anak adalah anugerah. Anak adalah titipan Tuhan yang harus dijaga untuk kelanjutan tugas kekhalifahan memakmurkan bumi. Namun, sebuah kabar mengejutkan datang dari Badan Narkotika Nasiona Provinsi (BNNP) Sulteng. Ratusan anak di Palu telah terpapar Narkoba. Hasil uji coba sampel di tahun 2018 dan 2019 dari beberapa sekolah dasar dan menengah di Kota Palu Palu, 123 pelajar terindikasi mengonsumsi Narkoba. Fakta itu disampaikan Kepala BNNP Sulteng Brigjen Pol Suyono, Rabu (17/7/2019). Selain terindikasi mengonsumsi Narkoba, ratusan pelajar lainnya juga diduga mengonsumsi obat terlarang dan berbahaya lainnya. Data yang disampaikan Brigjen Pol Suyono, bisa jadi merupakan fenomena gunung es. Fakta lapangan yang sesungguhnya jauh lebih besar dari angka yang disampaikan. Apatah lagi, data itu hanya dari uji sampel. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisiaris Jenderal Pol Heru Winarko menyebut, penyalahgunaan Narkoba di kalangan remaja makin m

Puisi-Tua Makin Bijaksana

Oleh: Temu Sutrisno Semburat rambut putih menyelimuti kepala Itu sebuah tanda Tinggalkan yang hitam Titi jalan lurus putih semata Tuhan telah tunjukkan ayat-Nya Semakin bertambah usia Semakin lemah tangan menggenggam harta Apakah Tuhan tidak sayang hamba-Nya? Bukan Sang Rahman sedang mendidik kita agar melepaskan cinta dunia Al Malik ingin kita hanya berpegang pada-Nya Kala bertambah usia Semakin kabur mata manusia Apakah Tuhan ingin menyesatkan manusia? Tidak Al Hadi memberi petunjuk Hendaknya manusia memandang akhirat-Nya bukan makin liar menguasai dunia Semakin tua semakin peka Bertambah sensitif dan manja Apakah Tuhan menjauhkan karunia? Bukan Tuhan ingin anak Adam terpaut pada-Nya Tuhan mendidik putra putri hawa Keterikatan pada dunia berujung kecewa Ketika keriput menjelma Gigi rontok tulang tanpa daya Apakah Tuhan sedang menghukum hamba-Nya? Oh...tidak Tuhan menyampaikan salam-Nya Jaga perilaku dan bahasa Paras dan kuasa bukan segalanya Hidu

Puisi-Perempuan Buruh di Kebun Pisang

Oleh: Temu Sutrisno Terik panas menyengat Leleh peluh tak kendurkan semangat Bermodal pisau penyayat Sebatang tangga bambu penopang berat Perempuan buruh bekerja penuh harap Perempuan buruh di kebun pisang Upah pas-pasan Pemicu masa depan anak tersayang Perempuan buruh di kebun pisang Raut menua letih engkau abaikan Demi buah hati pujaan Perempuan buruh di kebun pisang Tanpa keluh penuh getah Terus bergerak Terbayang cita anak Senyum mengembang Perempuan buruh di kebun pisang Terik panas engkau abaikan Lelah kantuk jadi kekuatan Kebahagiaan anak puncak tujuan Perempuan buruh di kebun pisang Penuh kasih dalam perjuangan Hanya untuk anak tersayang. *** Lampung Tengah, 11 Juli 2019

Puisi-Janji Politik

Oleh: Temu Sutrisno   Gampang engkau mengumbar janji Liur berbusa manis terasa Hanya karena kursi Gampang engkau mengumbar janji Semudah itu pula mengingkari Karena hasrat berebut posisi Hari ini engkau berkata Besok lusa lupa Ketika bertahta di singgasana Janji mudah diucapkan Sulit ditepati Terus dan terus engkau berjanji Tidak terbersit pesan Illahi Saat janji terucap Malaikat mencatat Engkau harus bertanggungjawab Hanya karena kursi Engkau lupa tuntunan nabi Hanya karena kuasa Engkau abaikan nasehat Al Mustafa Haram engkau mencium bau syurga Tidak tertunaikan janji kawula Tepati janji dan akadmu Sebelum Sang Pengadil menjemputmu.***   Tana Kaili, 19 Juni 2015

Puisi-Senyum Penyelamat

Oleh: Temu Sutrisno       Kotaku hari ini   Panas membakar   Peluh mengalir deras   Tenaga terkuras   Fatamorgana bias menjebak berharap semilir angin nan semerbak   Tidak   Aku harus terus bergerak   Meski langkah terserak   Abaikan duri dan onak   Terus mendekat mendekap Alhaq   Tidak   Kelak di sana jauh lebih sesak   Saat tak ada kadang tiada sanak   Di sana matahari tanpa jarak   Saat peluh keringat bagai gulungan ombak   Hanya uluran tangannya diharap   Setetes air keabadian dari telaga kehidupan   Menghilangkan dahaga   Melenyapkan gundah gulana   Hanya kasih sayangnya penyelamat semesta   Senyumnya adalah rahmat-Nya. ***       Tana Kaili, 6 Juli 2019  

Tonakodi-Nasib Laporan Gubernur

Gambar
Oleh: Temu Sutrisno MERCUSUAR-Dua bulan lalu, tepatnya 20 Mei 2019 Gubernur Sulteng Longki Djanggola melaporkan YB ke Polda Sulawesi Tengah. Ia melaporkan anggota DPRD Sulawesi Tengah itu karena diduga ikut menyebarkan berita yang tidak benar di media sosial. Selain YB, Longki juga melaporkan dua orang lainnya, yaitu DQ dan MH. Keduanya juga diduga ikut menyebarkan berita bohong itu ke media sosial. Longki mengadu ke polisi akibat tersebarnya berita bohong di media sosial. Berita head line halaman pertama Mercusuar terbitan Jumat, 9 November 2018, judul dan fotonya diganti. Foto berita diganti dengan foto Longki Djanggola. Kemudian judul beritanya pun diganti bernada provokatif. Judulnya, Longki Djanggola Membiayai Aksi People Power di Sulteng. Foto dan judul berita itu seolah-olah diterbitkan Harian Mercusuar. Polisi telah memerika pelapor dan ketiga terlapor. Namun hingga kini, kasus itu tidak menemui titik terang. Penyidik seperti kehilangan taji, tidak seperti kasu

Puisi-Anjing Kehidupan

Oleh: Temu Sutrisno   Anjing Jika anjing hanya engkau maknai menjijikkan Jika anjing hanya engkau lihat menakutkan Jika anjing engkau pandang berliur penuh kuman Jika anjing nampak seram dengan taring tajam Jika anjing engkau artikan hanya penuh kejelekan Sungguh Engkau keliru menapaki makrifat Tuhan Tidak ada kesia-siaan dalam ciptaan Tuhan Tidakkah engkau tahu anjing perlambang kesetiaan pada tuan Bukankah hidup sejati mensyaratkan setia hanya pada satu Tuhan? Anjing pun mengajarkan kecukupan atas pemberiaan tuan Bukankah qanaah merasa cukup dan bersyukur atas nikmat Tuhan? Tidak ada kesia-siaan dalam ciptaan Tuhan Anjing Anjing yang di luar sana jalan hikmah orang berakal Biarkan menapaki jalan kehidupan Biarkan menyusuri suratan Tuhan Jangan Jangan biarkan anjing yang engkau lihat menjijikkan Anjing yang menakutkan Anjing seram penuh kejelekan Bersemayam dalam hati menguasai atman Memengaruhi mengendalikan langkah dan pikiran Ja