Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

Mencari Pejabat Jujur

Gambar
    MERCUSUAR-Seperti hari-hari biasa, Tonakodi saban hari jelang maghrib duduk-duduk di dego-dego di bawah pohon Talise . Sembari menunggu azan, Tonakodi berbicang dengan kawan dan tetangga satu lorong. Dego-dego di bawah pohon Talise itu sudah bertahun-tahun jadi tongkrongan membahagiakan bagi orang-orang kecil seperti Tonakodi dan kawan-kawan seperbincangan. Bagaimana tidak, dego-dego itu menjadi tempat silaturahim, merekatkan hubungan antar tetangga sekaligus mendiskusikan banyak hal. Sore itu, tetangga dari lorong sebelah ikut bergabung. “Eh…macam so lama komiu te kelihatan. Bagaimana kabar le ?” sapa Tonakodi. “Alhamdulillah baik,” sahut sang tetangga. Masih jualan ikan? tanya kawan lainnya. “Masih. Alhamdulillah makin berkembang,” kata tetangga lorong sebelah tersebut. Di tengah situasi ekonomi seperti ini, syukur masih bisa bertahan. Apalagi kalau berkembang lebih maju usahanya, kata Tonakodi menimpali. “Apa rahasianya le ?” Biasa saja, ujar penjual

Tiga Jagoan

Gambar
 

Menyenangkan Rakyat Kecil

Gambar
  Oleh: Temu Sutrisno  Duduk di dego-dego , Tonakodi bersama-sama kawan-kawan seperbincangan sore itu ngobrol kesana-kemari. Di bawah pohon Talise atau ketapang menunggu maghrib, perbincangan sampai pada rencana pengukuhan Ketua RT dan Ketua RW di kampung mereka. Satu per satu kawan berbincang Tonakodi mulai menghintung janji-janji Ketua RT dan Ketua RW. Sebagian berharap dan bahkan dengan yakin, Ketua RT dan RW dapat memenuhi janji-janjinya sebelum pemilihan. Namun ada juga yang ragu, pimpinan rakyat itu akan memenuhi janjinya. Bagi kawan Tonakodi yang meragukan, alasannya sederhana. Janji-janji sebelum pemilihan Ketua RT dan RW, seperti pemilihan di kampung sebelah yang lebih besar. Di kampung itu, banyak janji-janji tidak terlaksanakan karena tidak rasional. Dari awal, rakyat dininabobokan dengan janji yang membuai. Tonakodi hanya tersenyum mendengar obrolan para sahabatnya itu. Melihat Tonakodi senyum-senyum, kawan-kawannya bertanya. Kenapa hanya senyum-senyum. “

Juru Keluh

Gambar
  MERCUSUAR-Siang itu Tonakodi menghadiri undangan syukuran atas terpilihnya ketua RT di kampungnya. Seperti lazimnya syukuran, acara diiringi doa dan makan-makan bersama. Usai makan bersama, Ketua RT terpilih diminta untuk menyampaikan sambutan. Mengawali sambutannya, Ketua RT menyampaikan terima kasih atas dukungan dan pilihan masyarakat. Ia berjanji akan memenuhi janji dan bekerja sebaik-baiknya sebagai Ketua RT. Sebelum menutup sambutannya, Ketua RT sedikit curhat pada pemilihnya. “Sampai hari ini saya belum dilantik oleh Ketua RW. Kenapa? Karena masih ada yang belum menerima kemenangan saya. Saya tidak tahu, kenapa masih ada yang belum move on dari kontes pemilihan. Kenapa ada yang tidak suka saya?” curhat Ketua RT. Apa salah saya? Lanjut Ketua RT terpilih. Suasana syukuran jadi mencekam. Tidak ada suara. Masyarakat yang sedianya syukuran dengan riang gembira, saling berpandangan tanpa komentar. Akhirnya Sang Ketua RT terpilih mengakhiri sambutannya. Tonakodi dimi

Aryo dan Rafa

Gambar
 

Tertipu Sandal Ajaib

Oleh: Temu Sutrisno  MERCUSUAR-Konon di kampung Abu Nawas, orang berlomba-lomba menumpuk-numpuk harta dan mengejar jabatan penting dengan menghalalkan segala cara. Hal ini membuat Abu Nawas tidak nyaman. Abu Nawas memutar otak mencari ide yang tepat untuk menyadarkan banyak orang. Setelah berpikir panjang, akhirnya ia menemukan ide cemerlang. Abu Nawas ke pasar menggelar tikar menjual beragam sandal. “Sandal ajaib, sandal ajaib, sandal ajaib,” kata Abu Nawas di tengah pasar. Sesaat kemudian muncul seorang pemuda yang melihat-lihat barang dagangannya. “Silahkan Tuan, mau mencari apa?” tanya Abu nawas “Apakah sandal ajaib bisa merubah hidupku” yang miskin ini ,”tanya pemuda itu. “Apa maksud Tuan?” tanya Abu Nawas. “Saya Ini sudah lama hidup miskin dan ingin sekali kaya. Saya ingin membeli barang yang bisa memberikan saya keberuntungan,” kata pemuda itu. Abu Nawas hanya tersenyum. Sejurus kemudian pemudaitu membeli sandal Abu Nawas. Mendengar kabar sandal ajaib, orang data

Rusdy Toana, Sang Tadulako HMI

Gambar
  Drs. H. Rusdy Toana Oleh: Temu Sutrisno   Sejarah selalu ditulis oleh para pemenang, history has been written by the victors. Adagium ini juga memengaruhi penulisan sejarah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Banyak tulisan sejarah HMI yang dipublikasikan, luput mencatat sejarah kader yang tidak berkesempatan masuk struktur kepengurusan, tidak menduduki posisi strategis dalam politik kekuasaan, dan atau menggenggam pundi-pundi finansial. Di hari lahir HMI 5 Februari, saya mencoba menulis salah satu sosok yang berjiwa hijau hitam, namun luput dari hiruk pikuk penulisan sejarah HMI-mungkin karena tidak pernah duduk dalam struktur kepengurusan. Dialah Rusdy Toana, Sang Tadulako HMI. Rusdy Toana, sosok yang menurut saya layak untuk disematkan penghargaan sebagai Sang Tadulako HMI. Bagaimana tidak? Kader masa awal HMI ini ditempa langsung oleh pendiri HMI Prof Lafran Pane dan peletak dasar keorganisasian seperti Dahlan Ranuwihardjo, Deliar Noer, serta Ismail Hasan Metareum. Bahkan sah