Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2024

Rindu Purnama di Langit Jakarta

Gambar
Mega hitam di langit Jakarta Aku mengira awan bergelung pertanda hujan kan tiba Oh tidak Rupanya asap menyelimuti kota Saban hari Gemuruh cerobong pabrik Asap pembakaran kendaraan Bergumul berkelindan Memayungi angkasa Meracuni napas manusia Pepohonan Hujan Tak lagi mampu menahan duka cakrawala Garis sepadan kehidupan Pantai dan daratan yang kian memudar Berteriak menggelegar menggugah kesadaran  Menggugat kelalaian Masih ada tanggung jawab besar Masih ada utang untuk anak keturunan Untuk kehidupan di masa depan Aku berdiri gemetar Dengan mata nanar Ku lesakkan segala daya di ujung tangan Ku garuk bumi Pertiwi Ku tanam pohon walau sebiji Ku baca doa Ku rapal mantra Tumbuh Tumbuhlah Membesar Merindang Naungi bumi yang kesakitan Ku titipkan cerah awan padamu Agar langit kotaku Langit Jakarta kembali benderang Dipenuhi kerlip bintang Dalam pelukan purnama rembulan Aku rindu Purnama memenuhi kotaku Tanpa awan hitam Tanpa racun mematikan.* Ancol, Jakarta, 19/2/2024 Temu Sutrisno

Saatnya Bergandengan Tangan Pascapemilu

Gambar
    PEMILU telah usai. Rakyat telah memberikan suaranya. Saatnya perbedaan pilihan dilupakan, dan kembali pada suasana damai penuh kekeluargaan dan kerukunan antar warga, antar anak bangsa. Apalagi bulan Ramadan menjelang. Dibutuhkan rekonsiliasi nasional pascapemilu. Pemilu merupakan pesta demokrasi yang menjadi hak dan kewajiban setiap warga negara.   Pemilu merupakan sarana untuk memilih wakil rakyat yang akan memimpin bangsa dan negara. Oleh karena itu, Pemilu berjalan dengan damai, jujur, dan adil (Jurdil). Pemilu yang damai merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, penyelenggara pemilu, partai politik, dan masyarakat sipil harus bekerja sama untuk mewujudkan Pemilu yang damai. Pemilu damai merupakan modal penting untuk membangun demokrasi yang bersih dan berkualitas. Hingga akan   membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Pencoblosan telah dilakukan. Masyarakat menanti proses perhitungan suara secara berjenjang yang

Gongxi Fa Cai

Gambar
buah persik buah dewa tersaji dalam persembahan jeruk bermakna sejahtera talam emas memanjakan mata warna merah tanda gembira dupa menyeruak mematri rasa mengudara membakar jiwa melambung bersama lampion berharap berkah Yang Maha Kuasa senandung sutera seindah mantra dan pengharapan mengikat insan dalam rapal doa berkumpul bahagia bersama keluarga imlek menyatukan yang berbeda pengobat syak suasana dalam syahdu saat semua bertemu aku kamu kita kami semua merindu memeluk nurani mendamaikan bumi gong xi fa cai semoga sejahtera  senantiasa menyertai.***   Tana Kaili, 9 Feb 2024 Temu Sutrisno (Penikmat Seni-Pengagum Budaya)