Cermin Jiwa Cinta Nala Gareng
Oleh: Temu Sutrisno Cinta kasih adalah peraturan jiwa dua anak manusia. Pasangan adalah cermin jiwa dari pasangannya. Hari itu, Dusun Karangtumaritis tidak seperti biasanya. Gamelan bertalu-talu membawakan gending Kebo Giro yang rancak. Suasana sangat ramai. Janur kuning melengkung di depan rumah Kyai Semar Badranaya. Hari ini adalah hari bersejarah bagi anak tertua Semar: Nala Gareng resmi meminang Dewi Sariwati, putri cantik jelita dari Kerajaan Salarengka. Di dalam kamar pengantin, Gareng sedang mematut diri di depan cermin. Ia memandangi bayangannya dengan gugup. Kakinya yang pincang gemetar, tangannya yang cèko (bengkok) sibuk merapikan kain jarik, dan matanya yang juling mencoba fokus melihat rangkaian bunga melati yang mengalung di lehernya. "Duh, Gusti... apa aku sudah pantas bersanding dengan putri raja?" bisik Gareng cemas. Wajahnya yang biasanya penuh canda, kini tegang dan berkeringat dingin. Pintu tiba-tiba terbuka. Petruk masuk sambil membawa nampan berisi wedan...