Menolak Konser, Membela Kemanusiaan
Oleh: Temu Sutrisno Dunia seni sering kali dipandang sebagai suaka yang murni, sebuah ruang netral tempat nada dan melodi menyatukan manusia tanpa memandang perbedaan politik, ras, maupun batas negara. Musik dianggap sebagai bahasa universal yang mampu melintasi sekat-sekat ideologi. Namun, apa yang terjadi ketika panggung megah yang menyajikan lantunan lagu nan indah itu berdiri di atas penderitaan, darah, dan air mata orang lain? Rencana gelaran konser penyanyi tenor kawakan asal Italia, Andrea Bocelli, serta musisi rohani asal Amerika Serikat, Israel Houghton, di Indonesia belakangan ini memicu gelombang penolakan keras dari berbagai elemen masyarakat, termasuk institusi keagamaan besar seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Muhammadiyah. Penolakan ini bukan didasari oleh sikap anti-seni, kebencian terhadap agama tertentu, atau sekadar preferensi musik semata. Langkah ini diambil secara sadar karena rekam jejak kedua figur tersebut yang dinilai terang-terangan memberikan du...