Kita Bukan Mahkluk Pra-sejarah: Ayo Menulis!
Oleh: Temu Sutrisno Dalam berbagai kesempatan mengisi pelatihan jurnalistik maupun saat menjadi dosen tamu, satu pesan yang tak pernah absen saya sampaikan kepada para peserta adalah, beranilah menulis! Tulislah ide, gagasan, atau sekadar serpihan fakta dan bacaan yang Anda ketahui. Pesan ini terdengar sederhana, namun di baliknya tersimpan urgensi eksistensial bagi kita sebagai manusia modern. Alasan pertama mengapa saya selalu mendorong setiap orang untuk menulis adalah demi menjaga status kita sebagai makhluk sejarah. Dalam literatur antropologi, pembeda utama antara era sejarah dan pra-sejarah adalah tulisan. Sebelum manusia mengenal tulisan, jejak pemikiran mereka hilang ditelan zaman, hanya menyisakan artefak fisik yang bisu. Saya meyakini bahwa setiap peserta pelatihan atau mahasiswa adalah makhluk sejarah. Kita bukan lagi manusia gua yang hanya meninggalkan cap tangan di dinding batu. Kita adalah manusia yang memiliki pikiran kompleks, visi, dan argumentasi. Jika kita tidak ...