Cermin Hudaibiyah; Damai di Atas Konfrontasi
Oleh: Temu Sutrisno Dalam hiruk-pikuk sejarah peradaban manusia, perang sering kali dianggap sebagai jalan pintas untuk menunjukkan dominasi. Namun, sejarah Islam mencatat sebuah paradoks yang indah, bahwa kekuatan sejati justru terletak pada kemampuan untuk menahan diri dan memilih jalan damai. Sebuah adagium klasik mengatakan bahwa damai jauh lebih baik daripada perang. Apapun level perdamaian itu, tetap memiliki nilai intrinsik yang lebih tinggi daripada konflik yang menghancurkan. Secara teologis dan linguistik, Islam adalah agama yang mengakar pada kedamaian. Islam memanifestasikan dirinya sebagai penyerahan diri pada Tuhan yang membawa keselamatan, perdamaian, dan kesejahteraan sosial. Inti dari ajaran ini bukanlah penaklukan fisik, melainkan penaklukan hati melalui tatanan sosial yang harmonis. Salah satu fragmen paling krusial dalam sejarah Islam adalah Perjanjian Hudaibiyah (6 H/628 M). Peristiwa ini adalah contoh brilian dari visi strategis Rasulullah SAW yang mendah...