Evaluasi Program MBG
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejatinya diproyeksikan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045 kini tengah diuji konsistensinya. Alih-alih menjadi berkah di bulan suci, pelaksanaan MBG selama Ramadan justru memicu gelombang protes. Persoalan klasik muncul ke permukaan: kualitas menu yang dianggap jauh dari standar gizi dan ketidaksesuaian antara realitas piring makan dengan anggaran besar yang digelontorkan. Kita harus jujur mengakui bahwa sebuah kebijakan publik skala masif memang rentan terhadap kendala teknis. Namun, ketika menyangkut urusan perut dan masa depan anak bangsa, toleransi terhadap kesalahan harus ditekan hingga ke titik nol. Menu yang tidak bergizi bukan sekadar masalah salah masak, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sayangnya, di tengah karut-marut teknis ini, para aktor politik mulai "berselancar" mencari panggung. Sangat disayangkan melihat program yang bersifat kemanusiaan dan inves...