Nikel Morowali dan Bayang-Bayang Nauru
Di balik deru mesin pengolah nikel yang beroperasi tanpa henti dan jutaan ton produk hilirisasi yang dikapalkan dari pesisir Sulawesi Tengah, sebuah kejanggalan birokrasi mendadak memantik kegaduhan nasional. Melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 157.K/KU.01/MEM.S/2026, pemerintah menetapkan daftar daerah penghasil dan daerah pengolah sumber daya alam mineral dan batubara (minerba). Anehnya, Kabupaten Morowali dan Morowali Utara, dua jantung kawasan hilirisasi dan pemilik smelter nikel terbesar di Indonesia, justru absen dari daftar resmi daerah pengolah nasional. Absennya Morowali dalam cetak biru fiskal terbaru ini bukan sekadar kekeliruan administratif sepele. Ini adalah paradoks mendasar yang berpotensi merampas hak alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) minerba senilai triliunan rupiah dari daerah yang setiap hari menanggung beban ekologis, kerusakan infrastruktur, dan tekanan sosial akibat industrialisasi pertambangan. Akar persoalannya bertumpu pada ego sektoral dan dualisme data: ke...