Siapalah Saya
Oleh: Temu Sutrisno Matahari siang membakar aspal kota tanpa ampun. Di tengah deru mesin kendaraan dan hawa panas yang menyengat, Tonakodi mengendarai sepeda motor bututnya dengan tenang. Helmnya yang kusam dan jaket kain yang mulai memudar warnanya menjadi saksi bisu perjalanan panjang yang sabar. Ia tidak terburu-buru, seolah waktu tak pernah sanggup mengejarnya. Motor tua itu akhirnya berhenti di halaman sebuah kantor. Tonakodi melangkah masuk ke ruangan kantor yang sejuk, dikepung hembusan angin AC yang dingin bertolak belakang dengan sengatan udara di luar. Di dalam ruangan bersuhu dingin itu, Ami dan Rahmat tengah bergelut dengan layar komputer masing-masing. "Assalamu’alaikum," tegur Tonakodi lembut. Ami dan Rahmat serentak menoleh. Ami, pemuda yang dikenal santun dan kritis, langsung berdiri mengulas senyum hangat. Di sebelahnya, Rahmat, anak muda khas Gen-Z yang selalu menyimpan segudang pertanyaan, ikut beranjak. "Wa’alaikumussalam!" sambut Ami dan Rahmat...