Perkembangan Buol di Usia 27 Tahun
Oleh: Temu Sutrisno Akhir tahun 1992 masih terekam jelas dalam ingatan saya. Saat pertama kali menginjakkan kaki di bumi Buol melalui Program Transmigrasi di UPT Diat Momunu IV/Air Terang, infrastruktur daerah ini masih sangat memprihatinkan. Untuk mengakses transportasi keluar wilayah, kami harus berjalan kaki lebih dari enam kilometer menembus jalan berlumpur menuju Desa Boilan—itu pun dengan armada yang hadirnya tak pasti, bak menunggu undian nasib. Ketika liburan sekolah tiba, berjalan kaki sejauh 25 kilometer dari Buol menuju Air Terang menjadi rutinitas fisik yang menguji daya tahan sekaligus mendidik kesabaran. Kini, 27 tahun telah berlalu sejak kabupaten ini secara berani mengambil ikhtiar politik memisahkan diri dari kabupaten induk Tolitoli pada tahun 1999. Ingatan saya melayang pada figur-figur pemekaran yang pernah berbincang dengan saya, di antaranya almarhum Bapak Is Baculu, Bapak Syamsuddin Salakea, Bapak Ibrahim Timumun, almarhum Bapak Yahya Pusadan, Kanda Moh. Nasir Dj...