Sindrom Keledai dan Ilusi Penegakan Hukum Karhutla
Pepatah lama sering menyebut bahwa keledai tidak akan terperosok pada lubang yang sama untuk kedua kalinya. Namun, peribahasa tersebut tampaknya kehilangan relevansinya jika dihadapkan pada realitas tata kelola lingkungan di Indonesia. Setiap kali musim kemarau tiba—sebuah siklus alam yang terprediksi dengan presisi nyaris sempurna—negeri ini kembali berkalang kabut asap. Ritual tahunan ini bukan lagi sekadar bencana ekologis, melainkan monumen abadi atas kegagalan sistemik yang dipelihara oleh ketidakseriusan kolektif. Kita, dengan segala klaim kemajuan peradaban, kerap bertindak jauh lebih naif dibanding keledai: dengan sukarela melompat ke dalam lubang kerugian yang sama dari tahun ke tahun. Data resmi yang dipaparkan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto dalam Sidang Kabinet Paripurna pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mempertegas ironi ini. Sepanjang periode 2024 hingga 2026, akumulasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia telah merangsek hingga menyentuh angka fa...