Postingan

Melawan Ketimpangan Pendidikan

Gambar
Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei semestinya bukan sekadar seremoni tahunan dengan pidato dan spanduk motivasi. Ia adalah momentum bercermin: sejauh mana amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa telah dijalankan secara adil. Di tengah berbagai capaian, satu kenyataan pahit masih berdiri kokoh di hadapan kita, yakni ketimpangan pendidikan antarwilayah di Indonesia. Di kota-kota besar, banyak sekolah telah menikmati ruang kelas layak, jaringan internet cepat, laboratorium modern, serta guru dengan akses pelatihan berkelanjutan. Namun di banyak desa, daerah terpencil, wilayah kepulauan, dan kawasan perbatasan, masih dijumpai ruang belajar rusak, kekurangan guru, minim buku, dan keterbatasan listrik maupun internet. Anak-anak Indonesia lahir dengan hak yang sama, tetapi tidak selalu memperoleh kesempatan belajar yang sama. Inilah ironi terbesar pendidikan nasional. Negara telah mengalokasikan anggaran pendidikan 2026 sebesar Rp769,09 triliun. Angka itu sangat besar dan men...

Pers Bukan Ancaman

Gambar
Kebebasan pers bukanlah hadiah dari negara, melainkan amanat konstitusi yang wajib dihormati. Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 menjamin kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Pasal 28F menegaskan hak setiap warga negara untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi. Dalam negara demokrasi, pers menjadi salah satu saluran utama agar hak-hak itu hidup dan bekerja. Karena itu, memandang pers sebagai ancaman adalah kekeliruan mendasar. Di Sulawesi Tengah, potret kebebasan pers dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan ruang yang relatif terbuka. Indeks Kemerdekaan Pers tahun 2023 berada di angka 72,61 dan tahun 2024 turun menjadi 70,97, namun masih dalam kategori cukup bebas. Media tetap aktif mengkritisi kebijakan publik, menyoroti layanan dasar, persoalan tambang, infrastruktur, hingga tata kelola anggaran. Itu pertanda demokrasi masih bernapas. Namun, angka tersebut juga menyimpan peringatan. Penurunan indeks menunjukkan masih adanya hambatan yang tidak boleh disepelekan....

Melindungi Pekerja di Tengah Gejolak Ekonomi

Gambar
  Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei semestinya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa pekerja adalah fondasi utama roda ekonomi nasional. Di pabrik, pelabuhan, tambang, perkebunan, perkantoran, hingga sektor digital, tenaga merekalah yang menjaga produksi tetap berjalan. Karena itu, ketika dunia menghadapi gejolak ekonomi akibat konflik geopolitik, perang dagang, krisis energi, dan perlambatan pertumbuhan global, nasib pekerja dan keluarganya adalah pihak pertama yang patut mendapat perhatian. Gejolak ekonomi sekecil apa pun kerap berujung pada tekanan besar bagi pekerja. Ketika harga bahan baku naik, perusahaan menekan biaya produksi. Saat pasar melemah, langkah efisiensi dilakukan. Terlalu sering, efisiensi itu diterjemahkan sebagai pengurangan tenaga kerja, pembekuan upah, penghapusan tunjangan, atau memperluas sistem kerja kontrak dan alih daya. Tenaga kerja menjadi korban paling rentan dari kebijakan ekon...

Melempar Pohon Berbuah

Gambar
Oleh: Temu Sutrisno  Semburat jingga di ufuk timur perlahan berganti menjadi kuning keemasan yang hangat. Di kebun jagung milik Haji Agus, Ahad pagi itu terasa seperti potongan surga yang tertinggal di bumi. Bulir-bulir embun masih bergelantungan di ujung daun jagung yang meruncing, memantulkan cahaya matahari layaknya permata kecil. Di bawah gubuk bambu yang terletak di tengah kebun, empat pria paruh baya duduk melingkar. Suara gemericik air mengalir tenang di samping gubuk berpadu dengan cericit burung-burung pipit yang beterbangan. Bagi siapa pun yang mendengarnya dengan hati, suara-suara alam itu terdengar seperti simfoni zikir yang mendamaikan jiwa. "Kalau begini caranya, saya bisa lupa jalan pulang ," ujar Om Uly sambil menyandarkan punggungnya pada tiang bambu. Wajahnya yang tegas tampak melunak karena suasana yang hangat.  "Haji, jagungmu ini bukan cuma bikin kenyang perut, tapi bikin mata segar dan hati nyaman!" Haji Agus tertawa kecil sambil menuangkan kop...

Catatan Hari Pendidikan: Menanam Benih Etika di Belantara Digital

Gambar
Oleh: Temu Sutrisno   Setiap 2 Mei, bangsa ini memperingati Hari Pendidikan Nasional. Peringatan ini bukan sekadar seremoni untuk mengenang jasa Ki Hajar Dewantara, melainkan saat yang tepat untuk merenungkan arah pendidikan kita . S ejauh mana pendidikan telah membentuk karakter generasi penerus bangsa ? Di era digital, tantangan pendidikan telah bergeser. Jika dahulu ruang belajar identik dengan papan tulis, buku, dan bangku sekolah, kini “kelas” anak-anak kita juga berada di layar gawai. Mereka belajar, bergaul, mencari hiburan, bahkan membangun identitas diri melalui dunia maya yang nyaris tanpa batas. Namun di tengah derasnya kemajuan teknologi, muncul pertanyaan mendasar , sudahkah kecakapan digital kita diimbangi dengan penguatan etika? Fenomena perundungan siber, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga pelanggaran privasi menjadi potret buram kehidupan digital masa kini. Teknologi yang seharusnya menjadi tangga menuju kecerdasan justru dapat berubah menjadi jur...

Warisan Rp 27 Miliar dan Tantangan Nir-Kompromi

Gambar
  Angka Rp 27 miliar bukanlah jumlah yang kecil. Dalam kurun waktu sembilan bulan pengabdiannya di Sulawesi Tengah (Sulteng), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Nuzul Rahmat SH MH, telah membuktikan bahwa negara tidak boleh kalah oleh para penjarah aset rakyat. Melalui langkah-langkah strategis dan penindakan tegas, pemulihan kerugian negara baik dalam bentuk uang tunai maupun aset barang tersebut patut diberikan apresiasi setinggi-tingginya. Laporan yang disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Kejati Sulteng, Senin kemarin, menunjukkan tren positif dalam efektivitas penuntutan perkara. Dari 11 kasus yang masuk ke tahap penyidikan, sembilan di antaranya telah melaju ke proses penuntutan. Ini adalah rasio yang menggembirakan, menandakan bahwa proses hukum tidak sekadar berhenti pada seremoni penyitaan, melainkan bergerak menuju kepastian hukum di meja hijau. Namun, kita tidak boleh terbuai hanya oleh deretan angka. Sebagaimana yang disadari oleh Nuzul Rahmat sendiri, perjuangan me...

THINK: Panduan Dasar Etika Digital

Gambar
Oleh: Temu Sutrisno   Perkembangan teknologi informasi meninggalkan lubang menganga: Etika. Pengguna media sosial merasa dapat menuangkan apapun yang dipikirkan, tanpa batas. Seolah kehidupan di dunia maya, boleh berbeda dengan dunia nyata. Akibatnya, hoaks menyebar, konflik muncul, dan ruang digital dipenuhi kegaduhan. Guna menghindari problem tersebut, dibutuhkan etika dasar dalam pemanfaatan plarform media digital. Salah satu yang dapat dilakukan adalah mengedepankan prinsip THINK. Prinsip THINK merupakan pedoman sederhana namun sangat relevan dalam kehidupan digital saat ini. Di tengah arus informasi yang bergerak cepat, media sosial sering membuat orang bereaksi spontan tanpa sempat berpikir panjang. Karena itu, THINK hadir sebagai “rem kesadaran” sebelum seseorang menulis, mengunggah, atau membagikan sesuatu. THINK adalah singkatan dari True, Helpful, Inspiring, Necessary, dan Kind . Lima unsur ini dapat menjadi panduan agar setiap aktivitas digital dilakukan denga...