Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia
Oleh: Temu Sutrisno Di pelupuk senja yang memerah saga, aku melihat wajah kakek dan para patriot bangsa. Mata mereka menyala, seterang cakrawala, menembus zaman, menembus luka, menembus sejarah yang perkasa. Tangan mereka mengepal menggenggam semangat membara, menghunus senjata menggelorakan api ksatria. Mereka tegak berdiri di garis bahaya, menghadang penjajah yang merampas martabat dan harga diri bangsa. Mereka gugur tanpa meminta nama, rebah tanpa menagih jasa, bahkan tidak sempat menikmati hasil perjuangannya. Darah mereka mengalir menjadi sungai doa, menyuburkan tanah air yang kini kita sebut Indonesia. Namun hari ini, di bawah langit yang sama, aku menyaksikan wajah negeri yang kadang kehilangan arah dan makna. Demokrasi sering berhenti pada angka, lupa bahwa rakyat bukan sekadar suara. Kapitalisme menjalar dari hulu hingga muara, mengangkut kekayaan bumi, meninggalkan nestapa. Di ruang kuasa yang penuh agenda, oligarki menenun jejaringnya. Sebagian cendekia berd...