Pemberhentian yang Menenangkan
Oleh : Temu Sutrisno Di tengah arus kehidupan modern yang serba cepat, manusia sering kali merasa seolah-olah sedang berlari tanpa henti. Teknologi mempercepat komunikasi, pekerjaan menuntut produktivitas tanpa jeda, dan pikiran terus dipenuhi berbagai persoalan. Namun, dalam ajaran Islam terdapat pelajaran penting tentang arti berhenti sejenak. Bukan berhenti karena menyerah, melainkan berhenti untuk menenangkan jiwa, mengingat kembali tujuan hidup, dan memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta. Menariknya, Islam menghadirkan tiga bentuk “pemberhentian” yang menenangkan dalam tiga ibadah puasa Ramadan, haji, dan salat. Dalam ketiga ibadah tersebut, ada pemberhentian yakni iktikaf, wukuf, dan tumakninah. Ketiganya mengajarkan bahwa di tengah perjalanan hidup, manusia memerlukan jeda spiritual untuk menemukan kembali keseimbangan batin. Iktikaf: Berhenti dari Hiruk Pikuk Dunia Secara bahasa, iktikaf berarti berdiam diri atau menahan diri. Dalam pengertian syariat, iktikaf ...