Suara Hati yang Fana
Oleh: Temu Sutrisno Di negeri yang riuh oleh kata-kata, aku yang fana kehilangan makna doa. Mata ini kenyang menyaksikan dunia, namun lapar melihat kebenaran tegak menjadi raja. Lidah ini mudah memuji manusia, namun kelu saat menyebut nama-Mu dalam segala suasana. Ya Rabbi, aku hidup di zaman ketika dosa tak lagi disembunyikan, tetapi dipertontonkan dan dirayakan. Ya Ilahi, dari kegaduhan hiruk pikuk tanpa arti, aku berjalan di lorong bayang-bayang diri terus mencari-Mu, Namun sering tersesat pada “aku” itu sendiri. Aku malu, mengaku beriman, namun sering terjebak dalam kompromi yang tak Engkau ridhai. Di zaman ketika benar dan salah diperdagangkan, sungguh aku takut menjadi bagian dari kebisuan ini. Di tengah dunia yang bising ini, aku takut kehilangan suara hati. Di tengah kekuasaan gemerlap, aku takut kehilangan keberpihakan pada kebajikan yang nyata. Di tengah ilmu yang melimpah, aku takut kehilangan hikmah. Maka jika aku tak mampu menjadi besar, jadikan aku jujur dan terus mengabd...