Memutus Kekerasan dari Hulu
Oleh: Temu Sutrisno Komitmen perlindungan perempuan dan anak tidak boleh berhenti sebagai pemanis dokumen birokrasi atau sekadar retorika pemangku kebijakan. Di tengah grafik kekerasan yang terus menanjak tajam, publik menunggu implementasi yang tak sekadar reaktif, melainkan taktis, cepat, dan berdampak sistemik. Angka-angka yang dirilis dari Sulawesi Tengah semestinya tidak lagi dibaca sebagai deretan statistik mati, melainkan sebagai alarm tanda bahaya yang kian nyaring. Sepanjang tahun 2025, Aplikasi Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) mencatat 696 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah ini. Ironisnya, baru memasuki pertengahan tahun 2026, jumlah laporan sudah menyentuh kisaran 600 kasus. Lonjakan dramatis ini memicu kecemasan mendalam sekaligus tamparan keras bagi nurani publik. Kita dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa ruang aman bagi kelompok rentan di Sulawesi Tengah sedang mengalami penyusutan yang akut. Namun, di sisi lain, f...