Anomi di Tengah Disrupsi Digital
Oleh: Temu Sutrisno Laju teknologi hari ini tidak lagi merambat secara linier, melainkan melompat secara eksponensial. Disrupsi digital yang ditandai dengan penetrasi media sosial, kecerdasan buatan (artificial intelligence), hingga ekonomi berbasis algoritmik telah mengubah lanskap interaksi manusia hanya dalam hitungan dekade. Namun, di balik segala kemudahan akses informasi dan konektivitas tanpa batas, terdapat sebuah kekosongan psikologis-sosiologis yang menyeruak. Masyarakat modern tampak gagap memproses kecepatan ini, hingga tanpa disadari, terjebak anomie (anomi). Dalam sosiologi, anomi merupakan sebuah kondisi ketiadaan arah, hilangnya pegangan nilai, serta kaburnya norma moral. Secara historis, sosiolog asal Prancis, Emile Durkheim, melahirkan konsep anomi untuk menggambarkan dampak destruktif dari industrialisasi dan modernisasi yang terlalu cepat. Bagi Durkheim, ketika tatanan sosial lama runtuh sebelum norma baru sempat terbentuk secara matang, masyarakat kehilangan pengik...