Jurnalisme Profetik dan Tantangan Era Digital
Oleh: Temu Sutrisno Dalam lanskap sejarah peradaban, fungsi warta selalu memegang posisi sentral. Jika ditarik benang merah secara mendalam, peran seorang wartawan sesungguhnya memiliki garis artikulasi yang beririsan dengan tugas kenabian. Keduanya adalah pembawa berita ( bearer of news ), penyambung lidah atas fakta, dan pengabarkan kebenaran kepada khalayak luas. Perbedaannya terletak pada basis ontologis sumber informasi. Risalah kenabian bersumber mutlak dari wahyu Ilahi, sedangkan karya jurnalistik bersumber dari penelusuran fakta melalui kerja-kerja liputan empiris di lapangan. Namun, esensi moral yang mengikat keduanya berada dalam frekuensi yang sama. Dalam tradisi keislaman, idealisme kepemimpinan dan penyampaian pesan kenabian ditopang oleh empat pilar utama, yakni Siddiq (jujur/benar), Amanah (dapat dipercaya/bertanggung jawab), Tabligh (menyampaikan tanpa mengurangi atau menambah), dan Fathanah (cerdas/bijaksana). Jika ditransformasikan ke dalam ruang redaksi, empat si...