Islam Kontekstual dan Kurban Presiden
Oleh: Temu Sutrisno Sebagai orang awam dalam beragama, saya cenderung mengikuti pandangan para kiai, ulama, dan cendekiawan yang memiliki otoritas keilmuan, tanpa meninggalkan rasionalitas. Dalam memahami Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW, saya menyadari keterbatasan ilmu yang saya miliki. Karena itu, saya merasa lebih aman berhujah dengan pendapat para ulama yang memiliki sanad keilmuan yang jelas, sekaligus mampu menjelaskan relevansi ajaran Islam terhadap persoalan zaman. Sikap tersebut saya gunakan ketika memandang polemik kurban Presiden yang dibiayai melalui anggaran negara. Sebagian pihak mempertanyakan keabsahannya karena kurban dipahami sebagai ibadah individual yang harus bersumber dari harta pribadi. Namun, jika ditelaah melalui perspektif fikih siyasah dan kemaslahatan publik, persoalan ini memiliki dimensi yang lebih luas. Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah disebutkan bahwa Rasulullah SAW menyembelih dua ekor domba kibasy bertanduk pada Hari Raya Idul Adh...