Menjinakkan Bom Waktu di Rahim Poboya
Gambar: Ilustrasi MERCUSUAR-Kota Palu sedang mempertaruhkan masa depannya di atas tumpukan material emas yang berbalut racun. Kawasan Poboya hingga Vatutela, yang seharusnya menjadi benteng ekologis bagi ibu kota Sulawesi Tengah ini, kini telah berubah menjadi episentrum ancaman Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Jika tidak segera ditangani dengan keberanian politik dan ketegasan hukum, aktivitas pertambangan emas di sana, baik yang berizin apalagi yang ilegal (PETI), akan menjadi warisan maut bagi generasi mendatang. Kita tidak bisa lagi menutup mata terhadap kenyataan bahwa penggunaan merkuri (Hg) dan sianida (CN) dalam proses pengolahan emas telah melampaui ambang batas kewajaran. Penggunaan zat kimia ini dalam metode perendaman terbuka adalah praktik yang tidak hanya merusak alam, tetapi juga merupakan bentuk agresi terhadap kesehatan publik. Merkuri adalah racun yang licin dan persisten. Ia tidak hilang begitu saja; ia masuk ke dalam pori-pori tanah, menguap ke udara yang kita h...