Tragedi Cinta Sukrasana
Oleh: Temu Sutrisno Kabut tipis masih membungkus lereng Pertapan Jatipitur tatkala surya pagi menyingsing di ufuk timur. Angin dingin berhembus perlahan, menggoyangkan dedaunan jati yang gugur berserakan. Di halaman pertapan yang tenang itu, berdiri seorang pemuda berparas tampan luar biasa. Wajahnya bagaikan rembulan bersinar terang, dadanya bidang, dan tatapan matanya menembus celah-celah bukit dengan penuh tekad dan ambisi yang membara. Dialah Bambang Sumantri, putra Resi Suwandagni. Namun, di balik keindahan paras Sumantri, ada sosok lain yang merayap keluar dari balik rindangnya pohon beringin tua. Sosok itu kerdil, bertubuh bongkok dengan kulit gelap bersisik kasar, bernapas tersengal-sengal, dan memiliki wajah raksasa kecil yang menakutkan. Dialah Sukrasana, adik kandung Sumantri. Sungguh sebuah suratan takdir yang ganjil. Dari rahim dan darah yang sama, lahir dua insan yang bagaikan langit dan bumi. Yang satu bak dewa dari kahyangan, sementara yang lain bak makhluk dari kegelap...