Pilihan Kata, Isi Kepala, dan Etika
Oleh : Temu Sutrisno Era kebebasan bersuara yang dinikmati masyarakat saat ini sesungguhnya memberikan ruang yang luas bagi setiap orang untuk menyampaikan gagasan, kritik, maupun pandangannya terhadap berbagai persoalan. Namun di balik kebebasan tersebut, ada satu hal yang sering terlupakan, yakni tanggung jawab moral dalam menggunakan bahasa. Fenomena yang cukup memprihatinkan adalah munculnya banyak figur yang ditokohkan masyarakat atau bahkan mengaku sebagai tokoh publik, tetapi justru gemar menggunakan kata-kata kasar, merendahkan, mencaci, dan menghina pihak lain. Perilaku semacam ini dapat dengan mudah ditemukan di berbagai platform media sosial, kanal video, hingga forum diskusi publik. Alih-alih menghadirkan argumentasi yang mencerahkan, sebagian orang justru lebih memilih menyerang pribadi lawan bicara dengan bahasa yang buruk. Padahal, pilihan kata atau diksi merupakan cerminan langsung dari isi kepala seseorang. Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga jendela y...