Pitutur Luhur: Anak Polah Bapa Kepradhah
Oleh : Temu Sutrisno, Wakil Sekretaris Paguyuban Kesenian Eko Wandowo Sulawesi Tengah Kasih sayang orang tua adalah manifestasi cinta yang paling murni di dunia. Dalam falsafah Jawa, kasih tersebut sering digambarkan bagaikan samudera yang tak bertepi atau sinar mentari yang tak pernah lelah menembus pekatnya awan. Ia ada tanpa diminta, dan bertahan tanpa syarat. Namun, dalam perjalanan hidup manusia, dinamika antara orang tua dan anak seringkali menjadi ujian moral yang berat. Leluhur masyarakat Jawa telah merangkum kebijaksanaan hidup ini ke dalam rangkaian pitutur luhur. Sebuah nasihat bijak yang tetap relevan melintasi zaman, ruang, dan status sosial. Melalui pitutur luhur, kita diajak merenung tentang tanggung jawab, kehormatan, dan hutang budi yang tak akan pernah lunas. Nasihat pertama yang sering kita dengar adalah Abot telak karo anak . Secara harfiah, "telak" merujuk pada kerongkongan atau urusan perut (kebutuhan dasar). Maknanya sangat dalam: seorang ...