Postingan

Jahe, Superfood untuk Imunitas dan Kesehatan

Gambar
Jahe telah lama dikenal sebagai tanaman obat tradisional yang digunakan di berbagai negara, terutama di Asia. Rimpang yang memiliki rasa pedas dan hangat ini ternyata bukan sekadar bumbu dapur, tetapi termasuk superfood karena mengandung senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Berbagai penelitian modern juga membuktikan bahwa jahe memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, serta mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Berikut manfaat jahe untuk kesehatan yang dirangkum dari berbagai sumber: 1. Meredakan Mual Salah satu manfaat jahe yang paling terkenal adalah meredakan mual dan muntah. Kandungan gingerol dalam jahe terbukti efektif mengurangi mual akibat mabuk perjalanan, efek samping kemoterapi, hingga morning sickness pada ibu hamil. National Institutes of Health di Amerika Serikat menyebutkan bahwa jahe merupakan salah satu herbal yang paling banyak diteliti untuk mengatasi mual dan gangguan pencernaan. Jahe bekerja dengan mempercep...

Menguji Tuah WFH dalam Jerat Krisis BBM

Gambar
​Kebijakan Work From Home (WFH) kembali naik ke permukaan, namun kali ini bukan karena ancaman pandemi, melainkan sebagai tameng menghadapi gejolak ekonomi global. Dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jumat (13/3) lalu, Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pemberlakuan WFH satu hari dalam sepekan. Logikanya sederhana, mengurangi mobilitas berarti mengurangi sedotan bensin di tangki kendaraan. Namun, pertanyaannya, seberapa efektif langkah ini secara substansial? ​Niat pemerintah untuk menekan biaya operasional di tengah meroketnya harga minyak dunia memang patut diapresiasi. Secara teoritis, jika jutaan pekerja—baik ASN maupun swasta—diam di rumah selama satu hari, konsumsi energi nasional akan turun secara drastis. Namun, kebijakan di atas kertas seringkali berbenturan dengan realitas di lapangan yang jauh lebih kompleks. ​Kekhawatiran terbesar dari rencana ini adalah pergeseran makna d...

MBG dalam Perspektif Keadilan John Rawls

Gambar
 Oleh : Temu Sutrisno ​Pernahkah Anda membayangkan sebuah tatanan masyarakat di mana tidak ada satu pun orang yang merasa dicurangi oleh sistem? Sebuah dunia di mana aturan mainnya tidak memihak si kaya maupun si miskin? Impian tentang keadilan ini bukanlah hal baru, namun pada tahun 1971, filsuf politik John Rawls memberikan peta jalan yang revolusioner melalui bukunya, A Theory of Justice . ​Rawls memperkenalkan sebuah konsep yang ia sebut sebagai Justice as Fairness  (Keadilan sebagai Kesetaraan). Bagi Rawls, keadilan adalah kebajikan utama dalam institusi sosial, sebagaimana kebenaran bagi sistem pemikiran (Rawls, 1971: 3). Artinya, hukum yang tidak adil harus ditolak atau direformasi, tidak peduli seberapa efisien atau rapinya hukum tersebut disusun. Konsep ini bukan sekadar teori akademik, melainkan panduan moral dalam merumuskan dasar keadilan yang adil dalam sebuah masyarakat yang demokratis. ​Untuk memahami pemikiran Rawls, kita harus masuk ke dalam sebuah eksperim...

Doa Orang Tua

Gambar
Oleh: Temu Sutrisno ​Sabtu pagi di Palu selalu punya cara sendiri untuk merayu penghuninya agar melambat. Matahari naik dengan malu-malu, menyebarkan kehangatan yang pas di kulit, sementara angin sepoi-sepoi membawa aroma tanah yang kering. Di sou-sou, gazebo kayu sederhana milik Om Uly, asap kopi hitam mengepul tipis, menari-nari di antara tawa yang pecah sesekali. ​Suasana Idulfitri memang belum sepenuhnya berlalu. Stoples berisi kue  dan kacang bawang masih bertengger manis di meja kayu. ​Tonakodi, yang sejak tadi lebih banyak menyimak, menyesap kopinya pelan. Wajahnya yang tenang memancarkan wibawa yang lembut. Ia meletakkan cangkirnya, lalu menatap satu per satu sahabatnya. ​"Tadi malam, aku bermimpi," ucap Tonakodi pelan. Suaranya yang rendah seketika membuat riuh di gazebo itu mereda.  "Aku bertemu almarhum Bapak. Di mimpi itu, aku merasa kembali jadi remaja, masih pakai celana pendek, duduk di bawah pohon mangga depan rumah." ​Ami, anak muda yang biasanya kr...

Ali Syariati dan Penghormatan pada Sahabat Nabi

Gambar
Oleh: Temu Sutrisno ​Frasa Khulafaur Rasyidin bukan sekadar deretan nama dalam buku sejarah. Bagi masyarakat Muslim di Indonesia, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), nama-nama itu adalah kunci pembangun imunitas akidah. Saya beruntung tumbuh di kampung yang "NU tulen", di mana nama Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali berkelindan dalam wirid harian, salawat nabi dalam khotbah jumat, tahlilan, puji-pujian menjelang salat, hingga bacaan di sela rakaat tarawih. Meskipun tidak dapat dikategorikan santri, puluhan pesantren dan yayasan pendidikan Islam di kecamatan tempat saya lahir, sedikit banyak memengaruhi cara berislam saya.  ​Tradisi lisan dan budaya pesantren secara tidak sadar membangun tameng spiritual yang kokoh. Maka, ketika di masa kuliah saya mulai melahap pemikiran tokoh Islam dari berbagai aliran, termasuk Syi'ah seperti Sayyid Hussein Nasr, Murtadha Muthahari, hingga Ali Syariati, tidak ada kekhawatiran fondasi "iman NU" goyah. Justru, cakrawala ...

Peradilan Koneksitas: Menguji Transparansi Kasus Andrie Yunus

Gambar
 Oleh : Temu Sutrisno ​Penahanan dan penetapan status tersangka terhadap empat prajurit TNI dalam kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS, Andrie Yunus, menjadi ujian serius bagi penegakan hukum di Indonesia. Di satu sisi, langkah cepat TNI mengamankan oknumnya patut diapresiasi. Namun di sisi lain, keputusan untuk menyelesaikan kasus ini sepenuhnya di jalur peradilan militer memicu gelombang kritik dari Koalisi Masyarakat Sipil. Polemik ini bukan sekadar masalah teknis hukum, melainkan perdebatan mendasar mengenai mandat konstitusi tentang persamaan di hadapan hukum ( equality before the law ). ​Koalisi Masyarakat Sipil, yang di dalamnya bergabung Imparsial, KontraS, Amnesty International Indonesia, hingga ICJR, menyuarakan kekhawatiran yang beralasan. Mereka mendesak agar para tersangka diproses melalui sistem peradilan umum. Kekhawatiran utama mereka adalah potensi tertutupnya tabir aktor intelektual atau pertanggungjawaban komando jika kasus ini hanya bergulir di ra...

Menjahit Tenun Kebangsaan di Hari Fitri

Gambar
Gema takbir yang membahana di seluruh pelosok negeri bukan sekadar penanda berakhirnya ibadah puasa selama sebulan penuh. Bagi bangsa Indonesia, Idulfitri adalah sebuah ritual kolosal yang melampaui sekat-sekat privat keagamaan. Idulfitri adalah momen "gencatan senjata" psikologis dan sosial, sebuah titik balik untuk kembali ke fitrah, yang dalam konteks bernegara berarti kembali ke titik nol persatuan. ​Secara teologis, Idulfitri dimaknai sebagai kemenangan spiritual. Namun, kemenangan ini akan terasa hambar jika hanya dirayakan dalam kesunyian batin tanpa manifestasi sosial. Di sinilah letak urgensi rekonsiliasi nasional. Fitrah manusia adalah suci dan cenderung pada kebaikan. Dendam, prasangka, dan polarisasi politik yang kerap menghiasi dinamika bangsa kita belakangan ini adalah residu kotoran yang harus dibasuh melalui momentum saling memaafkan. ​Menghapus dendam bukanlah pekerjaan mudah. Namun Idulfitri menyediakan payung moral untuk melakukannya tanpa merasa kehilangan...