Postingan

Ketegasan pada Israel: Keharusan Moral dan Konstitusional

Gambar
Duka kembali menyelimuti tanah air. Belum kering air mata atas gugurnya Praka Dua Farizal Rhomadhon, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan di Lebanon Selatan, kabar buruk kembali datang dari El Addaiseh. Pada Jumat (3/4/2026), tiga lagi personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi UNIFIL terluka akibat ledakan di tengah operasi militer Israel yang kian membabi buta. Statistik ini bukan sekadar angka. Ini adalah alarm keras. Dalam kurun waktu satu minggu, Indonesia kehilangan tiga putra terbaiknya dan mencatat delapan prajurit yang terluka. Realitas pahit ini membawa kita pada satu kesimpulan mendasar: retorika diplomatik "keprihatinan mendalam" saja tidak lagi cukup. Pemerintah Indonesia harus mengambil langkah yang jauh lebih progresif dan tegas di panggung internasional untuk menekan Israel. Kita harus menyadari bahwa serangan berulang terhadap pasukan PBB bukan lagi sebuah "kecelakaan operasional" atau collateral...

Ekonomi Kebencian dalam Industri Media di Era Digital

Gambar
Oleh: Temu Sutrisno   Lanskap media kontemporer telah mengalami pergeseran tektonik. Jika dahulu informasi dianggap sebagai komoditas berharga karena akurasinya, hari ini informasi sering kali hanyalah kendaraan untuk sekadar menarik perhatian. Di tengah hiruk-pikuk jagat digital, muncul sebuah fenomena yang mengkhawatirkan, Ekonomi Kebencian (Hate Economy). Muncul sebuah ekosistem di mana kemarahan, polarisasi, dan kebencian bukan sekadar residu sosial, melainkan bahan bakar utama yang bernilai ekonomi tinggi. Dalam model bisnis media digital yang mengandalkan perhatian (attention), klik adalah mata uang. Sayangnya, algoritma platform digital tidak memiliki kompas moral;   hanya mengenali intensitas interaksi. Di sinilah kebencian menjadi instrumen paling efektif untuk memanen keuntungan.   Clickbait dan Ekonomi Perhatian Inti dari ekonomi kebencian adalah eksploitasi psikologi manusia melalui teknik clickbait. Media online (dan juga media sosial berbaju pers) be...

Bregegeg, Ugeg-Ugeg, Hmel-hmel, Sak Dulito, Langgeng

Gambar
 Oleh : Temu Sutrisno (Wakil Sekretaris Paguyuban Kesenian Eko Wandowo Sulawesi Tengah) ​Pernahkah Anda meresapi pementasan wayang kulit? Di balik hiruk-pikuk peperangan dan gemerlap istana, hadir sosok sederhana yang kerap memancing tawa namun bicaranya sarat akan hakikat kehidupan. Dialah Semar, atau Kyai Badranaya, yang diyakini sebagai pengejawantahan Betara Ismaya. Meski bukan raja maupun ksatria, Semar adalah pamomong sejati, penasihat spiritual bagi para ksatria. Dari kesederhanaan sosok inilah lahir pitutur luhur (nasihat mulia) yang melampaui zaman. ​Salah satu ajarannya yang paling ikonik adalah, “Bregegeg, Ugeg-Ugeg, Hmel-hmel, Sak Dulito, Langgeng.” ​Secara harfiah, pitutur ini bermakna: daripada diam termenung ( bregegeg ), lebih baik mulai bergerak atau berikhtiar ( ugeg-ugeg ). Hasil dari usaha itu, meski hanya sesuap nasi atau sedikit rezeki ( hmel-hmel, sak dulito ), jika dijalani dengan ketulusan dan syukur, akan menghadirkan keberkahan yang abadi ( langgeng...

Jahe, Superfood untuk Imunitas dan Kesehatan

Gambar
Jahe telah lama dikenal sebagai tanaman obat tradisional yang digunakan di berbagai negara, terutama di Asia. Rimpang yang memiliki rasa pedas dan hangat ini ternyata bukan sekadar bumbu dapur, tetapi termasuk superfood karena mengandung senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Berbagai penelitian modern juga membuktikan bahwa jahe memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, serta mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Berikut manfaat jahe untuk kesehatan yang dirangkum dari berbagai sumber: 1. Meredakan Mual Salah satu manfaat jahe yang paling terkenal adalah meredakan mual dan muntah. Kandungan gingerol dalam jahe terbukti efektif mengurangi mual akibat mabuk perjalanan, efek samping kemoterapi, hingga morning sickness pada ibu hamil. National Institutes of Health di Amerika Serikat menyebutkan bahwa jahe merupakan salah satu herbal yang paling banyak diteliti untuk mengatasi mual dan gangguan pencernaan. Jahe bekerja dengan mempercep...

Menguji Tuah WFH dalam Jerat Krisis BBM

Gambar
​Kebijakan Work From Home (WFH) kembali naik ke permukaan, namun kali ini bukan karena ancaman pandemi, melainkan sebagai tameng menghadapi gejolak ekonomi global. Dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jumat (13/3) lalu, Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pemberlakuan WFH satu hari dalam sepekan. Logikanya sederhana, mengurangi mobilitas berarti mengurangi sedotan bensin di tangki kendaraan. Namun, pertanyaannya, seberapa efektif langkah ini secara substansial? ​Niat pemerintah untuk menekan biaya operasional di tengah meroketnya harga minyak dunia memang patut diapresiasi. Secara teoritis, jika jutaan pekerja—baik ASN maupun swasta—diam di rumah selama satu hari, konsumsi energi nasional akan turun secara drastis. Namun, kebijakan di atas kertas seringkali berbenturan dengan realitas di lapangan yang jauh lebih kompleks. ​Kekhawatiran terbesar dari rencana ini adalah pergeseran makna d...

MBG dalam Perspektif Keadilan John Rawls

Gambar
 Oleh : Temu Sutrisno ​Pernahkah Anda membayangkan sebuah tatanan masyarakat di mana tidak ada satu pun orang yang merasa dicurangi oleh sistem? Sebuah dunia di mana aturan mainnya tidak memihak si kaya maupun si miskin? Impian tentang keadilan ini bukanlah hal baru, namun pada tahun 1971, filsuf politik John Rawls memberikan peta jalan yang revolusioner melalui bukunya, A Theory of Justice . ​Rawls memperkenalkan sebuah konsep yang ia sebut sebagai Justice as Fairness  (Keadilan sebagai Kesetaraan). Bagi Rawls, keadilan adalah kebajikan utama dalam institusi sosial, sebagaimana kebenaran bagi sistem pemikiran (Rawls, 1971: 3). Artinya, hukum yang tidak adil harus ditolak atau direformasi, tidak peduli seberapa efisien atau rapinya hukum tersebut disusun. Konsep ini bukan sekadar teori akademik, melainkan panduan moral dalam merumuskan dasar keadilan yang adil dalam sebuah masyarakat yang demokratis. ​Untuk memahami pemikiran Rawls, kita harus masuk ke dalam sebuah eksperim...

Doa Orang Tua

Gambar
Oleh: Temu Sutrisno ​Sabtu pagi di Palu selalu punya cara sendiri untuk merayu penghuninya agar melambat. Matahari naik dengan malu-malu, menyebarkan kehangatan yang pas di kulit, sementara angin sepoi-sepoi membawa aroma tanah yang kering. Di sou-sou, gazebo kayu sederhana milik Om Uly, asap kopi hitam mengepul tipis, menari-nari di antara tawa yang pecah sesekali. ​Suasana Idulfitri memang belum sepenuhnya berlalu. Stoples berisi kue  dan kacang bawang masih bertengger manis di meja kayu. ​Tonakodi, yang sejak tadi lebih banyak menyimak, menyesap kopinya pelan. Wajahnya yang tenang memancarkan wibawa yang lembut. Ia meletakkan cangkirnya, lalu menatap satu per satu sahabatnya. ​"Tadi malam, aku bermimpi," ucap Tonakodi pelan. Suaranya yang rendah seketika membuat riuh di gazebo itu mereda.  "Aku bertemu almarhum Bapak. Di mimpi itu, aku merasa kembali jadi remaja, masih pakai celana pendek, duduk di bawah pohon mangga depan rumah." ​Ami, anak muda yang biasanya kr...