Fenomena Jokowi: Semakin Dibenci, Semakin Melenting Tinggi
Oleh : Temu Sutrisno Beragam cara, berbagai upaya dari bisik-bisik halus, fitnah, hingga perang besar telah dilakukan Duryudana bersaudara bersama koalisinya untuk menghancurkan Puntadewa yang kalem seperti tak bertenaga. Namun hasil akhirnya justru berbalik arah. Pandawa memenangkan perang sekaligus merebut hati rakyat Hastinapura. Ilustrasi dunia pewayangan itu tidak jauh berbeda dengan praktik politik modern. Dalam banyak kasus, serangan politik yang bertubi-tubi justru memperkuat figur yang diserang. Semakin besar tekanan yang diterima, semakin besar pula simpati yang tumbuh dari para pendukungnya. Fenomena ini bukan sekadar cerita politik lokal, melainkan pola yang berulang dalam berbagai negara. Di Indonesia, gejala tersebut dapat dibaca melalui sosok Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi. Setelah lebih dari satu dekade menjadi sasaran kritik, serangan politik, hoaks, hingga berbagai upaya delegitimasi, Jokowi justru tetap tampil sebagai salah satu tokoh paling berpenga...