Kearifan Lokal sebagai Benteng Terakhir Penyelamatan Lingkungan
Oleh: Temu Sutrisno Gelombang investasi berskala raksasa dan ekspansi industri ekstraktif kerap bertandang membawa janji manis pertumbuhan ekonomi. Namun, di balik riuk modernisasi dan angka-angka pendapatan domestik bruto (PDB) yang membumbung, alam kerap kali ditumbalkan menjadi sekadar objek komoditas. Ketika tambang dikeduk tanpa kendali dan izin industri diterbitkan secara ugal-ugalan, ancaman kemandulan ekologis mengintai di depan mata. Padahal, jauh sebelum seperangkat regulasi lingkungan modern dilahirkan oleh negara, masyarakat adat di berbagai pelosok Nusantara telah mempraktikkan sistem perlindungan alam yang teruji selama berabad-abad. Praktik seperti Ombo dalam budaya Kaili di Sulawesi Tengah, Sasi di pulau-pulau Maluku, Lubuk Larangan di Sumatra, hingga zonasi Hutan Titipan di Jawa Barat dan keandalan Subak di Bali bukan sekadar ritual romantik masa lalu. Tradisi-tradisi tersebut adalah wujud nyata konservasi berbasis budaya. Tradisi-tradisi serupa bertebaran ...