Postingan

Menambang Sejahtera Beroleh Bencana

Gambar
Oleh: Temu Sutrisno Sulawesi Tengah kini berada di persimpangan jalan yang genting. Di satu sisi, wilayah ini dielu-elukan sebagai episentrum baru pertumbuhan ekonomi nasional berkat cadangan nikel dan emas yang melimpah. Investasi raksasa mengalir deras, memacu pembangunan kawasan industri smelter masif yang menjanjikan kesejahteraan instan. Namun, di balik angka statistik pertumbuhan yang fantastis, terdapat realitas kelam yang harus dibayar mahal oleh masyarakat lokal. Jargon "sejahtera" yang digaungkan terbukti kontradiktif dengan kerusakan bentang alam yang masif. Eksploitasi hutan secara brutal untuk konsesi nikel serta maraknya Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) telah merobek daya dukung lingkungan. Sulawesi Tengah kini rutin memanen rentetan bencana hidrometeorologi kedaruratan tinggi, mulai dari banjir bandang merusak hingga tanah longsor yang berulang kali merenggut nyawa. Karpet Merah Pemicu Bencana Hilirisasi industri nikel memerlukan ruang daratan yang luas untu...

Hamba Allah di Konferensi HMI

Gambar
Oleh: Temu Sutrisno Pada Konferensi HMI Cabang Palu tahun 2000, ada yang unik dari forum laporan pertanggungjawaban pengurus periode 1999-2000. Setelah Ketua Umum Sudirman Zuhdi membacakan pengantar pertanggungjawaban, giliran saya selaku Sekretaris Umum meneruskan laporan secara detail program dan kegiatan. Sampai di sini, konferensi yang dilaksanakan di Aula Ali Bungasawa Kampus Lama Untad Jl. Setiabudi masih adem. Tiba-tiba saat laporan keuangan dibacakan Bendahara Umum Bun Yamin, situasi berubah. Iqbal dari Komisariat Pertanian Untad protes. Dalam laporan, terlalu banyak tertulis sumber dana organisasi dari "Hamba Allah". Protes Iqbal diperkuat Taufik Bidullah dari Komisariat Ekonomi dan Arman Salimin dari FKIP.  Menurut saya, protes dan pertanyaan itu wajar dalam konteks berorganisasi. Tidak ada yang keliru. Selain alasan transparansi, sikap kritis itu bagian dari kecintaan pada HMI. Sudirman Zuhdi menatap Bun Yamin sambil tersenyum. Bun Yamin yang pendiam namun teliti d...

Tambang, Bencana Ekologis, dan Kesejahteraan

Gambar
Oleh: Temu Sutrisno Di atas kertas, Sulawesi Tengah adalah salah satu contoh sukses ruang sidang ekonomi modern. Ketika perekonomian global merambat pelan, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah melonjak fantastis. Bahkan pernah menyentuh 15,17 persen pada 2022 dan konsisten bertahan jauh di atas rata-rata nasional. Angka kemiskinan perlahan berhasil ditekan hingga menyentuh 10,52 persen pada akhir 2025, sementara Indeks Gini bergerak turun melandai ke angka 0,277. Secara matematis, kue pertumbuhan dari deru mesin hilirisasi nikel di Morowali hingga kawasan ekstraksi lainnya tampak perlahan terdistribusi. Namun, realitas yang dihirup warga di lingkar tambang kerap menghadirkan narasi yang bertolak belakang. Di balik capaian makroekonomi yang berkilau, terhampar jejak luka ekologis yang kian menganga. Eksploitasi sumber daya alam skala raksasa menghadirkan paradoks klasik pembangunan ekstraktif: pertumbuhan ekonomi yang tinggi berkejaran dengan kerentanan lingkungan yang makin mempriha...

Jurnalisme Profetik dan Tantangan Era Digital

Gambar
Oleh: Temu Sutrisno Dalam lanskap sejarah peradaban, fungsi warta selalu memegang posisi sentral. Jika ditarik benang merah secara mendalam, peran seorang wartawan sesungguhnya memiliki garis artikulasi yang beririsan dengan tugas kenabian. Keduanya adalah pembawa berita ( bearer of news ), penyambung lidah atas fakta, dan pengabarkan kebenaran kepada khalayak luas. Perbedaannya terletak pada basis ontologis sumber informasi. Risalah kenabian bersumber mutlak dari wahyu Ilahi, sedangkan karya jurnalistik bersumber dari penelusuran fakta melalui kerja-kerja liputan empiris di lapangan. Namun, esensi moral yang mengikat keduanya berada dalam frekuensi yang sama. Dalam tradisi keislaman, idealisme kepemimpinan dan penyampaian pesan kenabian ditopang oleh empat pilar utama, yakni Siddiq (jujur/benar), Amanah (dapat dipercaya/bertanggung jawab), Tabligh (menyampaikan tanpa mengurangi atau menambah), dan Fathanah (cerdas/bijaksana). Jika ditransformasikan ke dalam ruang redaksi, empat si...

Kejar DBH, Lupa Bencana

Gambar
Dalam kalkulasi anggaran daerah, Dana Bagi Hasil (DBH) sektor pertambangan acapkali dirayakan bagaikan "angin segar" yang menyelamatkan postur Pendapatan Asli Daerah. Pemerintah Provinsi dan DPRD Sulawesi Tengah tampak begitu bergairah mengetuk pintu-pintu kementerian di Jakarta, melobi angka-angka porsi bagi hasil demi mempertebal kas fiskal. Namun, di balik angka rupiah yang riuh diperjuangkan di meja perundingan, terdapat sunyi yang mencemaskan: abainya para pemangku kebijakan terhadap daya dukung lingkungan dan keselamatan masa depan ruang hidup warga. Politik anggaran kita sedang dijangkiti miopia, rabun jauh yang hanya sanggup melihat keuntungan finansial jangka pendek, tetapi buta terhadap kehancuran ekologis jangka panjang.  DBH memang bisa ditagih dengan kelihaian diplomasi dan argumentasi kewenangan pusat. Akan tetapi, bentang alam yang hancur, mata air yang tercemar, serta benteng ekologis yang goyah tidak akan pernah bisa direstorasi sekadar dengan selembar cek tr...

Syair Kerinduan

Gambar
Oleh: Temu Sutrisno  Di tengah gelapnya alam semesta, Engkau terbit bagai surya sempurna, Membawa cahaya penyegar jiwa, Menuntun ummat menuju ridha-Nya. Akhlakmu luhur bagai samudera, Penuh kasih pada segenap jiwa, Senyummu lembut penawar duka, Penuh pesona nan tiada tara. Duhai kekasih Allah Ya Habiballah, Nama indah harum mempesona, Dirindukan ummat sepanjang masa, Menembus batas zaman dan benua. Kerinduan ini kian membara, Memenuhi kalbu sesak terasa, Ingin menatap senyum nan mulia, Meski hanya hadir di dalam mimpi jua. Duhai Nabi, langkah kakimu penuh berkah, Membawa syariat yang sangat indah, Mendidik ummat agar tak lelah, Meniti jalan menuju jannah. Hati ini rindu menatap Madinah, Menghirup udara di tanahmu yang penuh berkah, Bersimpuh mesra di dekat kuburmu menghilangkan segala gundah, Menumpahkan air mata kebahagiaan dengan pasrah. Ya Sayyidi, engkau pemberi syafaat nan utama, Di hari ketika manusia berduka, Engkau ayomi ummat tanpa tersisa, Menyelamatkan jiwa dari bahaya. ...

Demarkasi Hukum dan Peradilan Media Sosial

Gambar
Oleh: Temu Sutrisno Layar media sosial kerap kali memproduksi kebenaran visual yang tampak meyakinkan, namun sejatinya sangat rentan dan rapuh ketika dibenturkan dengan dinding pembuktian formil di hadapan meja hijau. Dinamika opini publik dan mekanisme peradilan pidana kerap kali tumpang tindih dalam persepsi masyarakat, seolah kebenaran ditentukan oleh riuhnya linimasa dan banyaknya unggahan yang tersebar. Fenomena ini kembali mengemuka saat Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Sulistyo Muhammad Dwi Putro, memutus permohonan praperadilan yang diajukan oleh Tifauzia Tyassuma atau dr. Tifa. Permohonan praperadilan atas penetapan tersangka dalam perkara dugaan penyebaran berita bohong terkait isu ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, tersebut dinyatakan tidak dapat diterima ( Niet Ontvankelijke Verklaard / NO). Langkah hukum yang diambil pemohon pada dasarnya merupakan bagian dari hak konstitusional seorang warga negara untuk menguji keabsahan tindakan aparat penegak hukum. ...