Puspa Kurusetra
Oleh: Temu Sutrisno Angin malam di perkemahan Pasukan Pandawa berhembus perlahan, membawa aroma wangi bunga kenanga yang menyelinap di antara kemah-kemah prajurit. Namun, di sudut taman keputren yang sunyi, keheningan itu terasa berat dan menyesakkan. Di bawah temaram cahaya bulan purnama, dua insan duduk berdampingan di atas sebuah batu pipih beralaskan rumput lembut. Raden Bambang Irawan, pemuda berwajah tampan dengan sorot mata setajam elang dan senyuman yang selalu mampu menenangkan badai di hati, menggenggam jemari seorang wanita. Wanita itu adalah Dewi Titisari, putri tercinta dari Sang Prabu Kresna dari Dwarawati. Wajah Titisari tertunduk lesu, air mata hangatnya menetes perlahan membasahi punggung tangan Irawan yang ia genggam erat-erat. "Apakah harus selarut ini perbincangan kita, Kangmas?" suara Titisari bergetar, sarat akan ketakutan yang telah berhari-hari menggelayuti benaknya. "Hatiku terasa gundah. Setiap kali angin berhembus dari arah tegal Kurusetra, a...