Mendinginkan Mulut
Oleh: Temu Sutrisno Konon di sebuah masa ketika hidup belum dipenuhi notifikasi, belum ada perang komentar, dan “viral” masih dianggap nama penyakit ayam, hiduplah seorang remaja polos bernama Erick. Ia terkenal sebagai pribadi periang, jujur, dan memiliki bakat alamiah mendeteksi makanan dalam radius yang bahkan kalah tajam dari penciuman kucing kampung. Bagi Erick, semua yang ada di meja layak dicicipi. Tidak peduli bentuknya kotak, bulat, keriting, asin, manis, atau bahkan yang warnanya mencurigakan seperti cat tembok muda. Selama terlihat seperti makanan ringan, Erick percaya dunia masih baik-baik saja. Sayangnya, ia punya kakak bernama Marco. Marco ini tipikal kakak yang bahagia melihat adiknya panik. Bukan jahat, hanya kreatif dalam jalur yang salah. Suatu hari, ia menemukan ide yang menurutnya sangat ilmiah: menguji seberapa besar kepercayaan Erick terhadap isi toples. Toples yang biasanya berisi kacang telur disulap menjadi jebakan batman versi rumah tangga. Isinya b...