Ketegasan pada Israel: Keharusan Moral dan Konstitusional
Duka kembali menyelimuti tanah air. Belum kering air mata atas gugurnya Praka Dua Farizal Rhomadhon, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan di Lebanon Selatan, kabar buruk kembali datang dari El Addaiseh. Pada Jumat (3/4/2026), tiga lagi personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi UNIFIL terluka akibat ledakan di tengah operasi militer Israel yang kian membabi buta. Statistik ini bukan sekadar angka. Ini adalah alarm keras. Dalam kurun waktu satu minggu, Indonesia kehilangan tiga putra terbaiknya dan mencatat delapan prajurit yang terluka. Realitas pahit ini membawa kita pada satu kesimpulan mendasar: retorika diplomatik "keprihatinan mendalam" saja tidak lagi cukup. Pemerintah Indonesia harus mengambil langkah yang jauh lebih progresif dan tegas di panggung internasional untuk menekan Israel. Kita harus menyadari bahwa serangan berulang terhadap pasukan PBB bukan lagi sebuah "kecelakaan operasional" atau collateral...