Pengkhianatan atau Rasionalitas Politik?
Oleh: Temu Sutrisno “Tidak ada pengkhianat dalam politik, yang ada hanya kesempatan dan kepentingan.” Kalimat ini sering terdengar sinis, tetapi memiliki dasar yang kuat dalam realitas politik praktis. Dalam arena politik, loyalitas sering kali tidak bersifat permanen. Namun bergerak mengikuti perubahan kekuatan, kepentingan, peluang, dan arah kekuasaan. Jika akhir-akhir ini atau waktu mendekati hajatan Pemilu, banyak partai yang Baper menyebut si A, si B dan seterusnya, merupakan pengkhianat politik karena meninggalkan partai atau punya pilihan berbeda, merupakan bentuk frustasi politik. Fenomena perpindahan dukungan politik, perubahan koalisi, hingga mantan lawan yang kemudian menjadi kawan merupakan pemandangan yang lazim terjadi di berbagai negara demokrasi. Apa yang oleh sebagian orang disebut sebagai pengkhianatan, dalam perspektif ilmu politik sering dipahami sebagai bentuk rasionalitas politik. Tokoh teori pilihan rasional ( Rational Choice The...