Dakwah Kultural NU dan Muhammadiyah Menjaga Indonesia
Oleh: Temu Sutrisno Tidak banyak tokoh agama yang mampu menjelaskan hubungan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dengan cara sederhana, jenaka, tetapi mengandung kedalaman makna sebagaimana KH. A. Mustofa Bisri atau Gus Mus. Dalam sebuah forum kebudayaan, ia pernah melontarkan kalimat yang kini menjadi semacam "pepatah" di kalangan warga kedua organisasi. "Orang Muhammadiyah yang tinggi ilmunya akan semakin mirip NU. Orang NU yang tinggi ilmunya akan semakin mirip Muhammadiyah." Sekilas kalimat itu terdengar seperti gurauan. Namun, semakin direnungkan, semakin tampak bahwa Gus Mus sedang menggambarkan kedewasaan beragama. Semakin luas ilmu seseorang, semakin kecil fanatismenya terhadap identitas organisasi. Yang menguat justru penghargaan terhadap substansi ajaran Islam. Pandangan itu pernah dijelaskan kembali oleh Ulil Abshar Abdalla. Menurutnya, pada tingkat kematangan intelektual, seorang Muhammadiyah akan memahami mengapa NU mempertahankan tradi...