Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Dakwah Kultural NU dan Muhammadiyah Menjaga Indonesia

Gambar
  Oleh: Temu Sutrisno   Tidak banyak tokoh agama yang mampu menjelaskan hubungan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dengan cara sederhana, jenaka, tetapi mengandung kedalaman makna sebagaimana KH. A. Mustofa Bisri atau Gus Mus. Dalam sebuah forum kebudayaan, ia pernah melontarkan kalimat yang kini menjadi semacam "pepatah" di kalangan warga kedua organisasi. "Orang Muhammadiyah yang tinggi ilmunya akan semakin mirip NU. Orang NU yang tinggi ilmunya akan semakin mirip Muhammadiyah." Sekilas kalimat itu terdengar seperti gurauan. Namun, semakin direnungkan, semakin tampak bahwa Gus Mus sedang menggambarkan kedewasaan beragama. Semakin luas ilmu seseorang, semakin kecil fanatismenya terhadap identitas organisasi. Yang menguat justru penghargaan terhadap substansi ajaran Islam. Pandangan itu pernah dijelaskan kembali oleh Ulil Abshar Abdalla. Menurutnya, pada tingkat kematangan intelektual, seorang Muhammadiyah akan memahami mengapa NU mempertahankan tradi...

Kode Etik: Garis Api antara Algoritma Medsos dan Kebenaran Pers

Gambar
  Oleh: Temu Sutrisno     Di era media sosial, tidak sedikit orang menganggap sesuatu yang viral otomatis layak menjadi berita. Ukuran kebenaran sering kali bergeser menjadi ukuran popularitas. Semakin banyak ditonton, dibagikan, atau dikomentari, semakin dianggap penting. Padahal, viral dan bernilai berita adalah dua hal yang berbeda. Di sinilah terdapat "garis api" yang memisahkan media sosial dengan pers. Garis itu bernama kode etik jurnalistik. Media sosial bekerja berdasarkan algoritma. Tujuannya sederhana, yakni mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin. Algoritma akan mengangkat konten yang memancing emosi, baik kemarahan, ketakutan, kebencian, maupun kekaguman. Semakin tinggi interaksi ( engagement ), semakin luas pula jangkauan sebuah konten. Sebaliknya, pers tidak bekerja untuk menyenangkan algoritma. Pers bekerja untuk memenuhi hak publik memperoleh informasi yang benar. Perbedaan paling mendasar terletak pada tujuan. Media sosial mengejar pe...