Melawan Ketimpangan Pendidikan
Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei semestinya bukan sekadar seremoni tahunan dengan pidato dan spanduk motivasi. Ia adalah momentum bercermin: sejauh mana amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa telah dijalankan secara adil. Di tengah berbagai capaian, satu kenyataan pahit masih berdiri kokoh di hadapan kita, yakni ketimpangan pendidikan antarwilayah di Indonesia. Di kota-kota besar, banyak sekolah telah menikmati ruang kelas layak, jaringan internet cepat, laboratorium modern, serta guru dengan akses pelatihan berkelanjutan. Namun di banyak desa, daerah terpencil, wilayah kepulauan, dan kawasan perbatasan, masih dijumpai ruang belajar rusak, kekurangan guru, minim buku, dan keterbatasan listrik maupun internet. Anak-anak Indonesia lahir dengan hak yang sama, tetapi tidak selalu memperoleh kesempatan belajar yang sama. Inilah ironi terbesar pendidikan nasional. Negara telah mengalokasikan anggaran pendidikan 2026 sebesar Rp769,09 triliun. Angka itu sangat besar dan men...