Bahaya Doomscrolling: Kecanduan Konten Negatif
Oleh: Temu Sutrisno Doomscrolling adalah kebiasaan terus-menerus menggulir berita negatif tentang konflik, krisis, ketidakadilan, dan kebencian. Tanpa jeda, tanpa batas, dan sering kali tanpa tujuan yang jelas selain ingin tahu lebih banyak. Alih-alih tercerahkan, pikiran justru dibanjiri kecemasan, kemarahan, kebencian, dan rasa tidak berdaya. Fenomena ini menjadi salah satu tantangan serius dalam etika digital kontemporer, terutama karena terjadi secara masif dan sering kali tidak disadari oleh penggunanya. Pada awalnya, doomscrolling tampak seperti aktivitas wajar. Membaca berita untuk mengikuti perkembangan dunia. Namun, perbedaannya terletak pada intensitas dan dampaknya. Doomscrolling tidak berhenti ketika informasi telah cukup, melainkan terus berlanjut meskipun emosi pengguna sudah terkuras. Ada dorongan kompulsif untuk terus menggulir, seolah-olah dengan membaca lebih banyak informasi buruk, seseorang bisa menemukan kejelasan atau kendali. Padahal yang terjadi justru sebalikn...