Postingan

Dr. Rudi: Gubernur Harus Gentleman

PALU, MERCUSUAR-Kandidat bupati Buol dr Amirudin Rauf, Sp.OG atau yang biasa disapa Dokter Rudi, mengklarifikasi peryataan Gubernur Longki Djanggola atas ketidakhadirannya dalam serahterima jabatan ke pelaksana tugas (Plt) Bupati Buol. dr Rudi sebagai calon bupati petahana, disebut-sebut Gubernur ngambek, sehingga tidak hadir dalam penetapan Ir Abdullah Kawulusan MM sebagai Plt Bupati Buol, Kamis (27/10/2016). “Saya ingin mengklarifikasi dan meluruskan bahwa itu tidak benar. Bagaimana saya secara sadar mengajukan cuti, lalu ngambek saat dicutikan oleh Gubernur? Logikanya dimana? Substansinya bukan disitu, bukan karena Gubernur keluarkan cuti tanggal 24 dan Mendagri tanggal 28 Oktober. Saya siap dicutikan kapan saja. Malah sebelum keluar keputusan cuti dari Gubernur dan Mendagri, saya sudah keluar dari rumah jabatan,” kata dr Rudi, Jumat (28/10/2016). Ketidakhadiran dirinya dalam acara tersebut, dikarenakan Gubernur tidak menjawab klarifikasi yang diajukan terkait kedudukan huk...

Dewa Ruci untuk Palu Berbudaya Dan Beradat Dilandasi Iman Dan Taqwa

Oleh: Temu Sutrisno Kemarin malam (24/9/2016), komunitas warga Kaili asal Jawa (meminjam istilah Pak walikota) di Palu, dikoordinir Paguyuban Kesenian Jawa Ekowandowo, ambil peran dalam Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) dengan menggelar pementasan wayang kulit dengan lakon Dewa Ruci. Pilihan lakon Dewa Ruci bukan tanpa tujuan. Lakon ini digelar, berkaitan dengan semangat visi Palu sebagai kota berbudaya dan beradat dilandasai iman dan taqwa. Lakon Dewa Ruci merupakan gubahan Kanjeng Sunan Kalijaga saat melakukan dakwah Islam melalui pendekatan budaya. Wali yang satu ini sangat brilian, melakukan islamisasi budaya untuk lebih menyentuh dan memudahkan siar Islam di tengah masyarakat, yang kala itu mayoritas beragama Hindu, Budha dan kepercayaan leluhur masyarakat Jawa.Lakon Dewa Ruci akan menceritakan kisah Bima yang mencari makna jatidiri. Bima berguru kepada Durna. Ia disuruh mencari air yang bisa menyucikan dirinya.  Dewa Ruci berisi ajaran atau falsafah hidup moral ...

Gubernur Didesak Daftarkan Tanah Objek Reforma Agraria

PALU, MERCUSUAR-Ketua Fraksi Nasdem DPRD Provinsi Sulteng mendesak Gubernur Sulteng, Longki Djanggola segera membentuk unit pendaftaran tanah yang dikuasai badan negara dan korporasi objek reforma. Hal itu disampaikan Ketua Fraksi NasDem DPRD Sulteng, Muh. Masykur saat berdialog dengan warga Sigi, Minggu (18/9/2016). Demikian rilis yang diterima redaksi Mercusuar, Senin (19/9/2016) Dia mengatakan, sampai saat ini, tidak ada upaya yang serius dari Pemerintah Provinsi Sulteng untuk membentuk unit lintas sektor pendaftaran tanah. Padahal kata dia, secara nasional, Presiden Jokowi sudah mencanangkan agenda reforma agraria yang terdiri dari perhutanan sosial 12 juta hektar dan TORA 9 juta hektar. Menurut Masykur, jumlah penduduk Sulteng yang hidup dipedesaan lebih dari 2 juta jiwa dan sekitar 19 persen sebagai buruh tani. “Sementara, teritorialisasi kehutanan menguasai lahan seluas 4 juta hektar, konsesi tambang 1,5 juta hektar, dan perkebunan sawit kurang lebih 800 ribuan hektar, ...

KWSLP Warnai Pertumbuhan Ekonomi Kota Palu

Gambar
KETUA KWSLP Bino A Juwarno memberikan potongan tumpeng pada Walikota Palu Hidayat KERUKUNAN Warung Sari Laut Kota Palu (KWSLP) yang menanungi ‘Warung Mas Joko’ dianggap telah banyak memberikan kontribusi dalam pertumbuhan perekonomian di Kota Palu, serta telah membantu memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palu. Hal itu disampaikan Walikota Palu Hidayat saat menghadiri Ulang Tahun Ke-2 KWSLP di salah satu hotel di Kota Palu, Minggu (27/11).  Hidayat menuturkan, PAD yang dihasilkan melalui retribusi dari KWSLP setiap tahunnya bisa mencapai kurang lebih Rp400 juta. Retribusi tersebut kata Hidayat dikumpulkan sendiri oleh pengurus KWSLP, hal tersebut untuk menghindari adanya kebocoran. “Terimakasih kepada KWSLP telah berkontrubusi dalam pertumbuhan ekonomi Kota Palu, serta membantu peningkatan PAD melalui retribusi yang dikumpulkan sendiri oleh pengurusnya,” tutur Hidayat saat memberikan sambutannya. Pertumbuhan KWSLP di Kota Palu kata Hidayat adalah ha...

Reorientasi Pemikiran Pendidikan dalam Islam: Beyond Ideology

Oleh : Mohammad Syifa Amin Widigdo (Kandidat P,hD Indiana University, USA. Sekjen PB HMI MPO 2003-2005) Diunduh dari http://edunews.id/2016/05/27/opini-reorientasi-pemikiran-pendidikan-dalam-islam-beyond-ideology/ Pelajar muslim masa kini dihadapkan pada kenyataan yang tidak mudah. Di satu sisi, mereka dituntut untuk mengetahui dan  menjalankan ajaran agamanya dengan baik. Di sisi yang lain, mereka juga dihadapkan pada tantangan kehidupan modern yang kompleks dimana agama dianggap sebagai hal yang privat dan tidak penting bagi kesuksesan hidup seseorang. Sistem pendidikan yang dikembangkan untuk memenuhi tuntuhan dan kebutuhan yang pertama adalah sistem pendidikan yang berbasis pada pengajaran agama. Hanya saja sistem ini seringkali menganaktirikan pengajaran bidang sains dan ilmu-ilmu non-agama. Tidak mengherankan jika kemudian produk yang dihasilkan dari sistem pendidikan seperti ini adalah generasi yang fasih dengan ilmu agama tetapi gagap dalam menghadapi t...