KWSLP Warnai Pertumbuhan Ekonomi Kota Palu
![]() |
| KETUA KWSLP Bino A Juwarno memberikan potongan tumpeng pada Walikota Palu Hidayat |
KERUKUNAN Warung Sari Laut Kota Palu (KWSLP) yang menanungi ‘Warung
Mas Joko’ dianggap telah banyak memberikan kontribusi dalam pertumbuhan
perekonomian di Kota Palu, serta telah membantu memberikan kontribusi
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palu.
Hal itu
disampaikan Walikota Palu Hidayat saat menghadiri Ulang Tahun Ke-2 KWSLP di
salah satu hotel di Kota Palu, Minggu (27/11).
Hidayat menuturkan, PAD yang dihasilkan melalui retribusi dari KWSLP
setiap tahunnya bisa mencapai kurang lebih Rp400 juta. Retribusi tersebut kata
Hidayat dikumpulkan sendiri oleh pengurus KWSLP, hal tersebut untuk menghindari
adanya kebocoran. “Terimakasih kepada KWSLP telah berkontrubusi dalam
pertumbuhan ekonomi Kota Palu, serta membantu peningkatan PAD melalui retribusi
yang dikumpulkan sendiri oleh pengurusnya,” tutur Hidayat saat memberikan
sambutannya.
Pertumbuhan
KWSLP di Kota Palu kata Hidayat adalah hal positif bagi Kota Palu sendiri,
karena hal itu sejalan dengan Visi Misi Kota Palu sebagai Kota Jasa. Jika ingin
Kota Palu sebagai kota tujuan destinasi wisata kata Hidayat, maka semua
infrastrukturnya harus siap, termasuk usaha kulinernya harus siap menerima
kedatangan tamu dari berbagai asal daerah.
Di tempat yang
sama, Kepala Cabang BRI Kota Palu Romdon Dwi Prihantono siap memberikan bantuan
keringanan dalam hal pelayanan, baik itu bantuan kredit maupun transaksi
keuangan bagi setiap anggota KWSLP. “Sangat diharapkan hubungan antara BRI dan
anggota KWSLP kedepan akan lebih baik lagi, BRI akan selalu memberikan
pelayanan yang terbaik buat anggota KWSLP baik itu bantuan kredit maupun
nantinya transaksi keuangnnya,”kata Romdon Dwi Prihantono.
Sementara
Ketua KWSLP Bino A Juwarno, sangat mengharapkan di usia ke 2 KWSLP ini,
kerjasama diantara sesama anggota KWSLP lebik baik lagi dari tahun sebelumnya,
serta segala bentuk perbedaan dikesampingkan dan mengedepankan persatuan
pemikiran serta menumbuhkan pesaudaraan antara sesama anggota KWSLP. Mengingat
sebagai organisasi sosial kata Bino, kekuatan utamanya adalah kekeluargaan. Di
usia ke 2 KWSLP ini juga kata Bino, telah melakukan jalinan kerjasama dengan
sejumlah perusahaan untuk mempermudah anggota KWSLP untuk mendapatkan ayam dan
sayur sebagai kebutuhan pokok pengusaha KWSLP. Pengusaha tersebut juga bersedia
memberikan harga di bawah pasar serta akan berkontribusi di kerukunan ini.
“Selesai acara ini (HUT), kita jalin kerjasama dengan perusahaan untuk memasok
kebutuhan ayam dan sayur untuk anggota dengan harga dibawah pasar,”jelasnya.
Saat ini kata
Bino, anggota KWSLP telah mencapai 500 tersebar di Kabupaten Sigi dan Donggala
serta Kota Palu. Untuk Kota Palu anggota KWSLP mencapai 380 warung.
Sebagai asosiasi pelaku usaha mikro, KWSLP juga menjalankan
tanggungjawabnya pada negara, melalui pembayaran pajak dan retribusi daerah.
KWSLP bersama-sama Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Kekayaan Aset Daerah
(DPPKAD) Kota Palu, membangun kesadaran penjual warung sari laut membayar pajak
dan retribusi daerah. “Setiap tahun hampir empat ratus juta rupiah, pajak
daerah yang disetor anggota KWSLP yang dikuasakan pada pengurus. Jadi selain
sebagai organisasi sosial, KWSLP juga punya tanggungjawab dan peranserta dalam
pembangunan kota Palu,” jelas Bino. AMI/TMU


Komentar
Posting Komentar