Syair Kerinduan

Oleh: Temu Sutrisno 

Di tengah gelapnya alam semesta,

Engkau terbit bagai surya sempurna,

Membawa cahaya penyegar jiwa,

Menuntun ummat menuju ridha-Nya.


Akhlakmu luhur bagai samudera,

Penuh kasih pada segenap jiwa,

Senyummu lembut penawar duka,

Penuh pesona nan tiada tara.


Duhai kekasih Allah Ya Habiballah,

Nama indah harum mempesona,

Dirindukan ummat sepanjang masa,

Menembus batas zaman dan benua.


Kerinduan ini kian membara,

Memenuhi kalbu sesak terasa,

Ingin menatap senyum nan mulia,

Meski hanya hadir di dalam mimpi jua.


Duhai Nabi, langkah kakimu penuh berkah,

Membawa syariat yang sangat indah,

Mendidik ummat agar tak lelah,

Meniti jalan menuju jannah.


Hati ini rindu menatap Madinah,

Menghirup udara di tanahmu yang penuh berkah,

Bersimpuh mesra di dekat kuburmu menghilangkan segala gundah,

Menumpahkan air mata kebahagiaan dengan pasrah.


Ya Sayyidi, engkau pemberi syafaat nan utama,

Di hari ketika manusia berduka,

Engkau ayomi ummat tanpa tersisa,

Menyelamatkan jiwa dari bahaya.


Salawat dan salam selalu menggema,

Untukmu wahai penghulu para anbiya,

Semoga melimpah sepanjang masa,

Beserta keluarga dan sahabat setia.


Walau mata tak pernah menatap rupa,

Cinta padamu senantiasa bertakhta,

Menjadi suluh dalam tiap langkah dan bicara,

Penyemangat jiwa di kala laksana.


Ya Rasulullah ya Habiballah dengarlah seruan jiwa,

Kumpulkan kami di dalam surga,

Berdekatan denganmu tanpa jarak yang menyiksa,

Mengecap bahagia tak berbatas ruang dan kala.***



Tana Kaili, 23 Agustus 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pitutur Luhur: Gemi, Nastiti, Ngati-ati

Cinta di Antara Angkara

Ombo; Kearifan Lokal Masyarakat Kaili Melestarikan Alam