Postingan

Mundur; Belajar dari Pejabat di Luar Negeri

Gambar
 Oleh: Temu Sutrisno   Di luar negeri, atas nama profesionalisme dan pertanggungjawaban publik banyak pejabat mengundurkan diri karena merasa gagal atau melakukan sesuatu yang dinilai salah oleh publik. Di Korea Selatan, September 2011 silam Menteri Ekonomi Choi Joong-Kyung mengundurkan diri gegara listrik padam sekira 15 menit. Ia merasa bertanggungjawab atas kesalahan data dan perhitungan cadangan listrik. Cadangan listrik Korea Selatan saat itu turun ke titik paling rawan karena permintaan listrik yang melonjak di tengah musim gugur yang panas. Untuk mengatasi hal itu, pemerintahan melakukan pemadaman listrik bergilir yang menyebabkan lebih dari 2 juta rumah gelap dan kepanasan. Malah menteri di Inggris mengundurkan diri, hanya karena lambat datang mengikuti rapat. Menteri Pembangunan Internasional Inggris, Michael Bates mengundurkan diri setelah terlambat beberapa menit dalam rapat parlemen atau House of Lords. Bates merasa dirinya gagal di pemerintahan karena terl...

Kurcaci Menuntut Janji

Oleh: Temu Sutrisno     Hari ini kau berjanji Kemarin kau berjanji Dahulu kala kau juga berjanji Besok Lusa Entah sampai kapan Janji kau ucapkan Janji Kau jawab dengan janji Kau yang duduk di kekuasaan Dengar jeritan kurcaci Rasakan gerak daun rumput teki Semut hitam terkurung lobang Tersumbat sepatu busuk yang kau sayangi Dalam doa mereka mengiba Kapan kekuasaan Menghapus tangis Kapan kekuasaan Merenda bahagia Hilang derita tertunaikan asa Bukan janji manis semata Lihat Hari ini Semut hitam berjajar rapi Tanpa takut menggelorakan nurani Hari ini Rumput teki membelai mesra Kurcaci mengangkat senjata Menuntut janji sang penguasa Dengarkan Kurcaci berteriak bak ksatria Hai Tuan, penuhi janji-janjimu Atau bendera duka ini Menancap di jantung singgasanamu Hancur hati Hilang harga diri!   Tana Kaili, 30 September 2021

“Mencurigai” Rakyat Sendiri

Gambar
  MERCUSUAR-Seorang nenek mengeluhkan harus bolak-balik dari kantor kelurahan ke Puskesmas, balik lagi ke kantor kelurahan. Nenek itu harus menunjukkan surat rapid antigen negatif untuk mendapatkan pelayanan di kantor kelurahan. Kebijakan itu dibuat Wali Kota Palu, menyusul status Palu PPKM Level 4. Bisa jadi, Wali Kota berniat baik untuk kemaslahatan orang banyak. Ia tidak ingin kantor-kantor pelayanan publik di Palu menjadi klaster baru penyebaran COVID-19. Namun Wali Kota tidak boleh mengabaikan keluhan rakyat, semisal nenek tadi. Apalagi jika rapid tidak diberlakukan secara setara diantara semua warga Kota Palu. Patut dipertanyakan, apakah rapid juga diberlakukan untuk seluruh pejabat atau aparat yang melakukan pelayanan? Jika asas kesetaraan diterapkan, seharusnya Wali Kota, Wakil Wali Kota, beserta seluruh jajarannya juga harus dirapid dan menunjukkan hasil negatif sebelum bertemu dan/atau melayani warga kota. Tidak boleh ada perbedaan perlakukan, karena potensi p...

Gatal Kaki

Gambar
  MERCUSUAR- ‘Gatal Kaki’. Demikian orang Palu melabeli orang-orang yang suka jalan kemana-mana, padahal tanpa tujuan yang penting-penting amat. Saat pandemi, orang dibatasi pergerakannya. Kalau boleh, di rumah saja. Jangan kemana-mana. Semua dilakukan dari rumah saja. Namun itu hanya untuk orang kecil. Faktanya, para penggede yang duduk di kekuasaan, para pejabat, dan orang-orang berduit tetap bisa kesana kemari. Bukan hanya penggede dan pejabat saja, malah terkadang keluarga, anak atau istrinya juga ikut-ikutan ‘gatal kaki’. Dengan beragam alasan, bapontar berkunjung dari satu daerah ke daerah yang lain. Alasannya klasik, studi tiru atau istilah dulu studi banding. Intinya, urusan dinas jadi judul setiap perjalanan. Lucunya, di saat bersamaan anak-anak sekolah harus belajar dari rumah secara virtual. Banyak orang tua harus berhutang hanya sekadar untuk beli android agar anak-anaknya dapat belajar. Bisa jadi para penggede, para pejabat tidak memikirkan itu. Padahal fasilit...

PPKM Berlanjut, Covid Tak Kunjung Surut

MERCUSUAR-Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di Sulteng berlanjut hingga 23 Agustus. Perpanjangan masa PPKM tak lepas dari sebaran Covid-19, yang tak kunjung surut. Berbanding terbalik dengan Jawa-Bali, Covid-19 di Sulteng belum menunjukkan tanda-tanda melandai. Malah Sulteng berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, menjadi daerah dengan kasus tertinggi di luar wilayah Jawa-Bali. Pun demikian halnya dengan Palu. Ibu kota Sulteng, ditetapkan sebagai daerah dengan risiko tinggi bersama 44 kabupaten/kota lain di Indonesia. Satgas Penanganan Covid-19, melalui juru bicara Wiku Adisasmito pun menyampaikan, terdapat lima provinsi dengan angka kenaikan kasus tertinggi pada pekan ini. Kelima provinsi itu adalah Nusa Tenggara Timur yang mengalami kenaikan tertinggi sebesar 2.303 kasus, Sulawesi Tengah naik 1.733 kasus, Bangka Belitung naik 982 kasus, Kalimantan Selatan naik 624 kasus, dan Sumatera Barat naik 587 kasus. Sedangkan, pada kenaikan kasus akti...

17 Agustus

Gambar
Oleh: Temu Sutrisno   17 Agustus  Seribu satu ekspresi menyembul Menyambut hari proklamasi Ritual tahunan dimulai Sang merah putih Mewarnai pelataran tiap bangunan Berkibar di pucuk tiang ringkih Karena pandemi Karena korupsi Karena janji yang tak ditepati Karena ketidakpastian ekonomi Sang merah putih Robek hatinya Karena caci maki Sang Merah Putih Pemersatu koyak tercabik Karena culas anak negeri 17 Agustus  Negeri kaya Negeri makmur Remuk redam Sumberdaya alam entah kemana Di ujung sana Anak bangsa tertawa di atas singgasana Di belahan lainnya ada yang bangga dalam derita Di sisi negeri Anak bangsa meludahi cermin Menampar muka sendiri 17 Agustus  Pekik merdeka tercekik Tertahan ludah  Tertelan kembali Merdeka Bebas atas segalanya Bebas menghujat Bebas menghina Bebas menyebar hoaks Bebas mendatangkan pekerja Bebas memiskinkan anak negeri Merdeka Bebas memaki bangsa sendiri Bebas menimbu...

Tri Putra: Terima Kasih Habib atas Bimbingan dan Doanya

Gambar
  MERCUSUAR-Tahun 2014 silam, tak dinyana Ketua PB Alkhairaat Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri mengunjungi kantor percetakan Trimedia Group yang menaungi Mercusuar, Sulteng Raya, dan beberapa media lain seperti Banggai Raya dan Poso Raya. Hari itu, begitu istimewa untuk Mercusuar bersaudara. Seorang tokoh dan ulama kharismatik datang berkunjung. Pimpinan Umum Mercusuar-Trimedia Group, Tri Putra Toana, yang menyambut kedatangan Habib merasa mendapat berkah tak terkira. “Habib, seharusnya saya yang berkunjung dan sowan ke Habib,” kata Tri Putra kala itu. Diluar dugaan, dengan tersenyum Habib menjawab bahwa kedatangannya sebagai sahabat Almarhum H. Rusdy Toana pendiri Mercusuar, yang merupakan ayah kandung Tri Putra Toana. Habib ingin melihat langsung perkembangan Mercusuar beserta media grupnya. Luar biasa. Seorang tokoh dan ulama besar seperti Habib Saggaf benar-benar tidak menjaga jarak dengan orang yang lebih muda. Habib Saggaf benar-benar mengamalkan ajaran Rasulullah SA...