Oleh: Temu Sutrisno / Wakil Sekretaris Paguyuban Kesenian Eko Wandowo Sulawesi Tengah Kecermatan, kehati-hatian, dan bijaksana merupakan prinsip kehidupan universal yang berlaku setiap zaman. Leluhur masyarakat Jawa, ratusan bahkan ribuan tahun lalu telah menjadikan prinsip tersebut sebagai laku hidup. Dalam masyarakat Jawa ada pitutur luhur yang menjadi petuah bijak hingga kini, sebuah ukara pendek namun penuh arti: Gemi, Nastiti, Ngati-ati. Secara etimologis, gemi berarti hemat, tidak boros, dan sederhana atau bersahaja. Nastiti bermakna cermat, teliti, tepat, pasti, tidak terburu-buru, bijaksana, dan ngati-ati adalah sikap berhati-hati dalam setiap keadaan dan perbuatan. Pitutur luhur Jawa Gemi, Nastiti, Ngati-ati menjadi seni hidup bersahaja tapi pasti di tengah dunia yang dinamis dan serba cepat. Di tengah dunia yang serba tergesa-gesa seperti sekarang, pitutur luhur Jawa “Gemi, Nastiti, Ngati-ati” terdengar seperti napas tenang di antara hiruk pikuk kehidupan digital. ...
Komentar
Posting Komentar