Cinta di Antara Angkara
Oleh: Temu Sutrisno / Wakil Sekretaris Paguyuban Kesenian Eko Wandowo Sulawesi Tengah Sejak kecil, Dewi Dursala atau biasa disebut Dursilawati, selalu merasa dirinya berbeda. Ia adalah satu-satunya perempuan di antara seratus Kurawa yang memenuhi istana Hastinapura dengan suara keras dan langkah-langkah penuh keangkuhan. Seratus laki-laki, seratus jiwa yang dibesarkan dalam api kebencian dan ambisi. Namun Dursala tumbuh dengan hati lembut, penuh kasih seperti ibunya, Dewi Gendari. Ia sering duduk di taman istana, memandangi kolam teratai yang tenang memantulkan langit sore. “Ibu,” tanyanya suatu hari, “mengapa Kakak-kakakku begitu mudah marah? Mengapa mereka senang bertengkar dengan para Pandawa?” Dewi Gendari tersenyum kecil, menatap ke arah suara anaknya dengan mata yang tak lagi melihat dunia. “Karena, mereka belajar dari dunia yang keras, bukan dari hati yang lembut. Mereka diajari untuk menang, bukan untuk memahami, Nak." Nama pamannya, Sangkuni, menjadi bayangan yang selalu...




Permisi Ya Admin Numpang Promo | www.fanspoker.com | Agen Poker Online Di Indonesia |Player vs Player NO ROBOT!!! |
BalasHapusKesempatan Menang Lebih Besar,
|| WA : +855964283802 || LINE : +855964283802