RAFA MUHAMMAD PRANAYA DALAM PERKEMBANGAN-MASUK USIA 2,5 BULAN. SEMOGA TUMBUH SEHAT, CERDAS DAN SALEH.
PLUS BEBERAPA FOTO ARYO, PRIYO (BARU LAHIR) DAN FOTOKU
Oleh: Temu Sutrisno / Wakil Sekretaris Paguyuban Kesenian Eko Wandowo Sulawesi Tengah Sejak kecil, Dewi Dursala atau biasa disebut Dursilawati, selalu merasa dirinya berbeda. Ia adalah satu-satunya perempuan di antara seratus Kurawa yang memenuhi istana Hastinapura dengan suara keras dan langkah-langkah penuh keangkuhan. Seratus laki-laki, seratus jiwa yang dibesarkan dalam api kebencian dan ambisi. Namun Dursala tumbuh dengan hati lembut, penuh kasih seperti ibunya, Dewi Gendari. Ia sering duduk di taman istana, memandangi kolam teratai yang tenang memantulkan langit sore. “Ibu,” tanyanya suatu hari, “mengapa Kakak-kakakku begitu mudah marah? Mengapa mereka senang bertengkar dengan para Pandawa?” Dewi Gendari tersenyum kecil, menatap ke arah suara anaknya dengan mata yang tak lagi melihat dunia. “Karena, mereka belajar dari dunia yang keras, bukan dari hati yang lembut. Mereka diajari untuk menang, bukan untuk memahami, Nak." Nama pamannya, Sangkuni, menjadi bayangan yang selalu...
Oleh: Temu Sutrisno / Wakil Sekretaris Paguyuban Kesenian Eko Wandowo Sulawesi Tengah Kecermatan, kehati-hatian, dan bijaksana merupakan prinsip kehidupan universal yang berlaku setiap zaman. Leluhur masyarakat Jawa, ratusan bahkan ribuan tahun lalu telah menjadikan prinsip tersebut sebagai laku hidup. Dalam masyarakat Jawa ada pitutur luhur yang menjadi petuah bijak hingga kini, sebuah ukara pendek namun penuh arti: Gemi, Nastiti, Ngati-ati. Secara etimologis, gemi berarti hemat, tidak boros, dan sederhana atau bersahaja. Nastiti bermakna cermat, teliti, tepat, pasti, tidak terburu-buru, bijaksana, dan ngati-ati adalah sikap berhati-hati dalam setiap keadaan dan perbuatan. Pitutur luhur Jawa Gemi, Nastiti, Ngati-ati menjadi seni hidup bersahaja tapi pasti di tengah dunia yang dinamis dan serba cepat. Di tengah dunia yang serba tergesa-gesa seperti sekarang, pitutur luhur Jawa “Gemi, Nastiti, Ngati-ati” terdengar seperti napas tenang di antara hiruk pikuk kehidupan digital. ...
(Praktik Konservasi Sumberdaya Air di Kelurahan Pantoloan) Oleh: Temu Sutrisno PENDAHULUAN Sumber Daya Air merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan manfaat untuk kesejahteraan manusia. Seperti tercantum dalam Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bahwa sumber daya air dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besar untuk kemakmuran rakyat. Air sampai saat ini merupakan sumber daya yang belum tergantikan dalam memberikan dukungan dan kehidupan bagi seluruh mahluk hidup. Sehingga keberadaannya harus dijadikan prioritas utama dalam pelestariannya untuk memberikan kehidupan bagi seluruh mahluk hidup. Air adalah sumber daya alam yang mutlak diperlukan oleh manusia dan mahluk hidup lainnya, dan mempunyai arti serta peran penting dalam berbagai sektor kehidupan manusia. Air merupakan sumber daya yang memiliki sifat multi sektoral. Semakin berkembang dan maju tingkat penghidupan masyarakat semakin banyak air yang dibutuhkan, se...
Komentar
Posting Komentar