RAFA MUHAMMAD PRANAYA DALAM PERKEMBANGAN-MASUK USIA 2,5 BULAN. SEMOGA TUMBUH SEHAT, CERDAS DAN SALEH.
PLUS BEBERAPA FOTO ARYO, PRIYO (BARU LAHIR) DAN FOTOKU
Oleh: Temu Sutrisno / Wakil Sekretaris Paguyuban Kesenian Eko Wandowo Sulawesi Tengah Sejak kecil, Dewi Dursala atau biasa disebut Dursilawati, selalu merasa dirinya berbeda. Ia adalah satu-satunya perempuan di antara seratus Kurawa yang memenuhi istana Hastinapura dengan suara keras dan langkah-langkah penuh keangkuhan. Seratus laki-laki, seratus jiwa yang dibesarkan dalam api kebencian dan ambisi. Namun Dursala tumbuh dengan hati lembut, penuh kasih seperti ibunya, Dewi Gendari. Ia sering duduk di taman istana, memandangi kolam teratai yang tenang memantulkan langit sore. “Ibu,” tanyanya suatu hari, “mengapa Kakak-kakakku begitu mudah marah? Mengapa mereka senang bertengkar dengan para Pandawa?” Dewi Gendari tersenyum kecil, menatap ke arah suara anaknya dengan mata yang tak lagi melihat dunia. “Karena, mereka belajar dari dunia yang keras, bukan dari hati yang lembut. Mereka diajari untuk menang, bukan untuk memahami, Nak." Nama pamannya, Sangkuni, menjadi bayangan yang selalu...
(Praktik Konservasi Sumberdaya Air di Kelurahan Pantoloan) Oleh: Temu Sutrisno PENDAHULUAN Sumber Daya Air merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan manfaat untuk kesejahteraan manusia. Seperti tercantum dalam Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bahwa sumber daya air dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besar untuk kemakmuran rakyat. Air sampai saat ini merupakan sumber daya yang belum tergantikan dalam memberikan dukungan dan kehidupan bagi seluruh mahluk hidup. Sehingga keberadaannya harus dijadikan prioritas utama dalam pelestariannya untuk memberikan kehidupan bagi seluruh mahluk hidup. Air adalah sumber daya alam yang mutlak diperlukan oleh manusia dan mahluk hidup lainnya, dan mempunyai arti serta peran penting dalam berbagai sektor kehidupan manusia. Air merupakan sumber daya yang memiliki sifat multi sektoral. Semakin berkembang dan maju tingkat penghidupan masyarakat semakin banyak air yang dibutuhkan, se...
Oleh: Temu Sutrisno Usai acara balabe di rumah Om Uchen, Tonakodi dan teman-temannya tidak segera beranjak. Mereka masih berbincang, sekadar untuk menurunkan makanan dan minuman yang diasup setelah baca doa. Perbincangan yang awalnya seputar kebahagian Om Uchen yang bakal menimang cucu pertamanya, tak terasa bergeser ke persoalan sosial. Uly menyentil standar kemajuan sebuah daerah. Kemajuan dan kesejahteraan selalu menjadi obralan kandidat saat pemilihan kepala daerah. Faktanya, kemiskinan, pengangguran, ketimpangan pendapatan, ketimpangan antarwilayah terus menjadi persoalan yang tak kunjung selesai, dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya. “Tidak akan pernah selesai, kalau standar kemajuan selalu diubah. Di kampung saya, standar kemajuan malah diukur dari drag race. Menurut panitia, drag race menjadi salah satu indikator atau simbol kemajuan daerah. Aneh, tapi menarik didiskusikan,” ujar Uly. “Bisa saja seperti itu Ka Uly. Tapi itu bukan standar umum...
Komentar
Posting Komentar